Kamis, 10 Oktober 2013

Kembalikan Kebahagiaanku

Pada suatu waktu hiduplah seorang pencari kayu bakar. Setiap hari ia selalu bernyanyi dikala ia sedang mengumpulkan kayu bakar. Bisa dikatakan penghasilannya sangat pas-pasan bahkan.

Setiap hari ia selalu menjual kayu yang dikumpulkannya ke seorang saudagar yang kaya raya.

Karena merdunya nyanyian si pencari kayu bakar ini, akhirnya terdengar ke telinga saudagar kaya itu. Saudagar itupun bertanya, "Hai pemuda mengapa kau selalu datang kemari dengan terus bernyanyi?"

"Karena aku suka melakukannya dan aku bahagia melakukannya?" jawab si pencari kayu bakar.

"Mengapa kau bahagia? Apakah upah yang kini kau terima lebih banyak dari sebelumnya?" tanya saudagar itu lagi.

"Tidak, ini lebih kecil dari sebelumnya namun aku tetap bersyukur dengan apapun yang aku terima saat ini."

Mendengar hal itu sang saudagar memerintahkan orangnya untuk memberikan 100 keping emas kepada pencari kayu bakar tersebut. Sang saudagar merasa mendapat pelajaran berharga dari ucapan yang dikeluarkan pemuda itu.

Seminggu berselang semenjak kejadian tersebut, pencari kayu bakar itu kembali lagi ke rumah sang saudagar kaya. Ia menyerahkan kembali 100 keping emas itu kepada si saudagar. Ia bercerita bahwa kini kebahagiaannya telah lenyap.

Semenjak ia menerima 100 keping emas tersebut kini ia tidak sebahagia dulu. Ia sering merasa khawatir akan seseorang jahat yang ingin mencuri emasnya. Ia tidak bisa tidur dengan tenang takut ada pencuri masuk. Sewaktu mencari kayu bakar pun ia tidak bisa fokus karena emasnya takut dicuri orang. Kini tak ada lagi nanyian merdu, hanya ada perasaan was-was.

"Aku kembalikan 100 koin emas ini, aku ingin menukarnya kembali dengan ketenangan dan kebahagiaanku yang dulu."

Kadang tidak selalu kebahagiaan dapat ditukar dengan harta. Harta bukanlah satu satunya hal yang bisa membuat kita bahagia,rasa syukurlah yang membuat bahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon komentar positifnya dari para pembaca untuk penyemangat kami dalam melayani. Terima kasih.