Cahaya Jiwa
Suatu hari, seorang gadis kota pindah ke desa karena harus melanjutkan kuliah di sana. Ia dibelikan rumah kecil oleh orangtuanya di desa tersebut.Ia mempunyai tetangga sebelah rumah yang sangat sederhana. Rumahnya lebih kecil dari miliknya, namun di rumah yang sempit itu diisi oleh 5 orang.
Suatu malam ketika gadis kota itu hendak mengerjakan tugas, listrik di rumahnya padam. Dia menggerutu dengan kondisi listrik di desa itu. Tidak lama terdengar suara anak –anak mengetuk pintu.
"Kak....Kak....Apa kakak di dalam? Saya tetangga sebelah rumah." Sorak ke tiga anak kecil itu.
Hmm ada apa ya? Pasti tetangga rumah ingin minta bantuan saya. Kalau saya kasihani mereka pasti nantinya mereka akan minta bantuan terus-menerus. Gumam gadis itu dalam hati.
"Oh iya, sebentar ya saya bukakan pintunya dulu." Jawab gadis kota tsb.
"Kakak punya lilin?" tanya salah seorang anak.
Tuh kan, pasti dia minta bantuan, hmm gimana ya? Bilang saja tidak punya deh, habisnya nanti kalau dikasih pasti akan minta terus. Gumamnya lagi dalam hati.
"Maaf ya adik kecil, kakak tidak punya lilin." Jawab gadis itu sambil tersenyum.
"Oh begitu,..Soalnya ayah dan ibu kami khawatir sama kakak. Kakak kan orang baru di sini jadi pasti belum tahu kalau di desa ini sering mati lampu. Pasti kakak belum punya lilin kan? Makanya ibu menyuruh kami ke sini untuk memberikan lilin ini." Kata anak kecil itu sambil memberikan lilin kepadanya.
Gadis kota itu merasa malu dengan segala prasangka buruknya. Dia memeluk ke tiga anak kecil itu sambil mengucapkan terima kasih.
Memberi tidak harus dari si kaya kepada si miskin. Memberi itu adalah memberikan apa yang kita punya kepada mereka yang membutuhkan. Dan jangan menilai orang karena penampilan fisik. Belum tentu penampilan luarnya buruk, buruk juga dalamnya. Begitu pula sebaliknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon komentar positifnya dari para pembaca untuk penyemangat kami dalam melayani. Terima kasih.