Selasa, 24 September 2013

Ombak besar dan kecil

•Ombak besar dan ombak kecil•

Alkisah di tengah samudera, tampak ombak besar yang bergulung-gulung dengan suaranya yang menggelegar, tampak bersuka ria menikmati kedahsyatan kekuatannya.

Sementara itu, di belakang ombak besar. Tampak ombak kecil bersusah payah mengikuti. Ia terlihat lemah, tak berdaya, dan jauh tersisih di belakang. Akhirnya ombak kecil hanya bisa mengekor kemana pun ombak besar pergi. Di benaknya selalu timbul pertanyaan, mengapa dirinya begitu lemah dan tak berdaya.

Suatu kali, ombak kecil mengadu pada ombak besar, "Hai ombak besar, tunggu!"

Sayup-sayup suara ombak kecil terdengar. Lalu ombak besar memperlambat gerakannya dan mendekati datangnya suara. "Ada apa sahabat?" Jawab ombak besar dengan suara menggelegar.

"Pelankan suaramu. Dengar, mengapa engkau bisa begitu besar dan kuat? Sementara diriku, ah, begitu kecil dan lemah. Apa sebenarnya yang membuat kita begitu berbeda?"

Ombak besar pun menjawab, "sahabatku, kamu menganggap dirimu sendiri kecil dan tidak berdaya. Kamu belum sadar dan belum mengerti jati dirimu yang sebenarnya."

"Jati diri? Kalau jati diriku bukan ombak kecil, lalu aku ini apa?" Tanya ombak kecil.

Ombak besar meneruskan, "memang diantara kita terasa berbeda tapi sebenarnya jati diri kita sama. Kamu bukan ombak kecil, aku pun bukan ombak besar. Ombak besar dan kecil adalah sifat kita yang sementara. Jati diri kita yang sejati sama, kita adalah air. Bila kamu menyadari bahwa kita sama-sama air, maka kamu tidak akan menderita lagi, kamu adalah air, setiap waktu kamu bisa menjadi ombak besar seperti aku."

Pesan moral : jati diri kita adalah sama-sama manusia. Tidak ada alasan untuk merasa kecil dibandingkan dengan orang lain. Jika orang lain bisa sukses, kita pun bisa sukses.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon komentar positifnya dari para pembaca untuk penyemangat kami dalam melayani. Terima kasih.