Jumat, 06 September 2013

Kopi dan Cangkir

•Kopi dan Cangkir•

Suatu hari seorang mantan dosen dari sebuah universitas didatangi oleh para alumni bekas mahasiswanya. Sang dosen itu sangat senang karena melihat anak didiknya kini telah mapan dan sukses di berbagai bidangnya.

Percakapan terjadi begitu seru mulai dari kebahagiaan sampai ke masalah yang terjadi dalam kehidupan mereka.

Ditengah pembicaraan, sang dosen pergi ke dapur bermaksud membawakan kopi untuk para tamunya itu. Tak lama sang dosen kembali dengan membawa satu teko kopi dan banyak cangkir, mulai dari cangkir porselen yang mahal hingga cangkir plastik yang murah. Sang dosen pun mempersilahkan tamunya untuk mengambilnya.

Setelah semua mengambil kopi, sang dosen berkata "Saya lihat kalian semua hanya mengambil gelas yang paling bagus dan mahal dan meninggalkan cangkir yang biasa dan murah. Itu normal karena kalian menginginkan yang terbaik untuk kalian. Tapi bukankah yang akan kalian minum itu adalah kopi, bukan cangkirnya?"

Sang dosen melanjutkan "Saya akan jelaskan, hidup adalah kopi dan pekerjaan, harta serta jabatan adalah cangkir. Mereka hanya alat untuk mewadahi hidup, sementara hidup sendiri tidak berubah. Terkadang dengan hanya fokus pada cangkir, kita gagal menikmati kopi di dalamnya."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon komentar positifnya dari para pembaca untuk penyemangat kami dalam melayani. Terima kasih.