Rabu, 04 September 2013

Kisah Cangkir

Ada seonggok tanah liat yang berkata kepada sebuah cangkir, "kamu begitu cantik cangkir, kamu akan menarik perhatian banyak orang".

"Terima kasih untuk pujiannya, tapi kamu perlu tahu bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat sepertimu. Namun suatu hari ada seorang penjunan dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar. Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing.

Lalu ia mulai menunjuku berulang-ulang. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Setelah itu ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Tapi ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan.

Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong! Hentikan penyiksaan ini! Sambil menangis aku berteriak-teriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli. Ia terus membakarku. Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca.

Aku terkejut melihat diriku. Aku hampir tidak percaya, karena dihadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna ketika kulihat diriku.

Hidup adalah serangkaian proses yang harus kita lewati. Dan tidak sedikit dari proses itu yang menyakitkan bahkan terasa seperti penderitaan.

Tapi tahukah kamu? Bahwa Tuhan sedang membentukkmu menjadi cangkir yang indah. Dia berjanji bahwa segalanya akan indah pada akhirnya.

Bersabarlah atas segala proses yang kamu lewati saat ini. Percaya pada janjiNya, bahwa segalanya akan indah pada akhirnya. Dan apabila menurutmu saat ini belum indah, itu berarti belum saatnya hidupmu berakhir. Berserah padaNya, Dia sedang mempersiapkanmu menjadi cangir tercantik yang pernah ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon komentar positifnya dari para pembaca untuk penyemangat kami dalam melayani. Terima kasih.