Senin, 30 September 2013

Piagam Milik Ibu

Suatu hari, ada sebuah keluarga yang sedang merapihkan perabotan di rumah barunya. Mereka merencanakan pembagian ruang, perabotan, dan tugasnya masing-masing.

Di keluarga itu, ayah dan anak-anak aktif di berbagai kegiatan dan organisasi, seperti olahraga, kesenian dan kegiatan sosial lainnya. Banyak piagam dan piala yang tergeletak di berbagai sudut, terbengkalai dan tak tersentuh.

Setelah dibicarakan, mereka memutuskan piagam dan piala akan ditempatkan di ruang tamu. Sambil bernostalgia mengingat saat kemenangan, si sulung berkomentar, "Bu, rasanya enggak komplit kalau diantara piala dan piagam ini tidak ada nama ibu. Waktu ibu muda sampai sekarang, apa ibu enggak pernah ikut pertandingan?"

"Wah kalau ibu kalian ikut bertanding dan menjadi pemenang juga, kita makin repot dong cari tempat buat simpan piala dan piagam ini, hahaha" timpal sang ayah.

"Eh, Ibu juga punya piagam lho. Ibu punya dua malah. Penasaran? Sediakan saja dua paku kosong, besok akan ibu gantung disana." Ucap ibu santai.

Ayah dan anak saling bertatapan dan mengangkat bahu tanda ketidaktahuan mereka.

Dengan penasaran, keesokan harinya mereka segera melihat ke ruang tamu.

Setibanya disana, terpampang di tembok telah dipigura, akte lahir masing-masing anak. Mereka terkesima dan tersadar, si sulung segera memeluk ibunya, "iya bu, ini adalah piagam paling berharga milik ibu. Pertanda ibu telah memenangkan pertandingan terbesar dan terhebat karena diperjuangkan dengan taruhan nyawa. Terima kasih telah mengingatkan dan maafkan kesombongan kami bu."

Aquarius Inspiration 241 (30 September 2013)
by: AQUARIUS RESOURCES (25A3ED17)
*Sharing Great Inspiration Everyday*

Melihat Kejadian Dari Satu Sisi

•Melihat kejadian dari satu sisi•

Seorang anak kecil berlarian di antara lorong-lorong rumah sakit, menimbulkan kegaduhan yang amat sangat mengganggu, ada beberapa orang disekitar, namun tak ada satupun yang menegur anak tersebut.

Kemudian ada seorang ibu yang sedang membawa anaknya berobat memperhatikan anak tersebut. Dalam hati ibu itu jengkel karena suara yang dibuat anak itu. Semakin lama, anak kecil yang berlarian semakin kencang dan membuat suara-suara yang mengganggu.

"Suster, kok anak itu dibiarkan berlari-lari sendirian? Orang tuanya nggak marah dia begitu? Kan itu bisa mengganggu orang lain suster." Tanya ibu itu.

Si suster hanya tersenyum dan berkata, "ibu, dia baru saja ditinggalkan kedua orang tuanya karena kecelakaan, kalau dia tidak berlari-lari, ia akan menangis meraung dan merasa kehilangan orang tuanya."
Mendengar ucapan suster, ibu itu kaget.

"Ada banyak hal yang terkadang hanya kita lihat dari satu sisi saja. Ada banyak hal yang terkadang tak pernah kita tahu latar belakangnya, namun kita langsung menilai hal tersebut baik ataupun tidak baik. Semoga kita bisa bijak menilai sesuatu, dan tidak langsung berprasangka buruk kepada orang lain."

Ayam atau Bebek?

"Ayam atau Bebek"

Ada sepasang cowok cewek yg sedang asik pacaran di tepi kolam.. Tiba2 terdengar suara "kwek..kwek..kwek.."

Si cewek berkata "ah,itu pasti suara seekor ayam yg sedang memanggil temannya"
Namun si cowok berkata, "bukan, itu suara bebek.."
Si cewek pun menimpali "bebek bukan seperti itu suaranya, pastilah itu suara seekor ayam"
Cowok: "itu bebek"
Cewek: "itu ayam"
Cowok: "bebek"
Cewek: "ayaaaam" (sambil menangis)

Si cowok pun tersadar, apa pentingnya memperdebatkan itu ayam atau bebek, ia baru menyadari bahwa jauh lebih penting melihat indahnya senyuman di wajah pasangannya itu..

Cowok: "iya kamu benar, itu suara ayam, maafkan aku ya" :)

Terkadang kita sibuk memperdebatkan sesuatu yg sebenarnya kita sama2 tidak tahu kebenarannya.. Akan lebih bijaksana kalau kita berpikir dahulu "apakah hal ini lebih penting dari kebahagiaan hubunganku dengan dia?"

Selasa, 24 September 2013

Ombak besar dan kecil

•Ombak besar dan ombak kecil•

Alkisah di tengah samudera, tampak ombak besar yang bergulung-gulung dengan suaranya yang menggelegar, tampak bersuka ria menikmati kedahsyatan kekuatannya.

Sementara itu, di belakang ombak besar. Tampak ombak kecil bersusah payah mengikuti. Ia terlihat lemah, tak berdaya, dan jauh tersisih di belakang. Akhirnya ombak kecil hanya bisa mengekor kemana pun ombak besar pergi. Di benaknya selalu timbul pertanyaan, mengapa dirinya begitu lemah dan tak berdaya.

Suatu kali, ombak kecil mengadu pada ombak besar, "Hai ombak besar, tunggu!"

Sayup-sayup suara ombak kecil terdengar. Lalu ombak besar memperlambat gerakannya dan mendekati datangnya suara. "Ada apa sahabat?" Jawab ombak besar dengan suara menggelegar.

"Pelankan suaramu. Dengar, mengapa engkau bisa begitu besar dan kuat? Sementara diriku, ah, begitu kecil dan lemah. Apa sebenarnya yang membuat kita begitu berbeda?"

Ombak besar pun menjawab, "sahabatku, kamu menganggap dirimu sendiri kecil dan tidak berdaya. Kamu belum sadar dan belum mengerti jati dirimu yang sebenarnya."

"Jati diri? Kalau jati diriku bukan ombak kecil, lalu aku ini apa?" Tanya ombak kecil.

Ombak besar meneruskan, "memang diantara kita terasa berbeda tapi sebenarnya jati diri kita sama. Kamu bukan ombak kecil, aku pun bukan ombak besar. Ombak besar dan kecil adalah sifat kita yang sementara. Jati diri kita yang sejati sama, kita adalah air. Bila kamu menyadari bahwa kita sama-sama air, maka kamu tidak akan menderita lagi, kamu adalah air, setiap waktu kamu bisa menjadi ombak besar seperti aku."

Pesan moral : jati diri kita adalah sama-sama manusia. Tidak ada alasan untuk merasa kecil dibandingkan dengan orang lain. Jika orang lain bisa sukses, kita pun bisa sukses.

Rabu, 18 September 2013

Guncangan 8 angin

•Guncangan 8 angin•

Suatu hari, seorang murid menulis surat kepada gurunya yang tinggal di seberang sungai.

"Guru, kini saya sudah mencapai tingkat spiritual 'tidak goyah oleh guncangan 8 angin' kini jiwa saya sangat tenang, tegar dan hening.

Delapan angin yang dimaksud adalah 8 kondisi hidup, yaitu : Pujian dan hinaan, popularitas dan nama buruk, aman sejahtera dan bahaya, berkah dan musibah.

Setelah membaca, Sang guru kemudian membalasnya.

Ketika surat balasan dari guru sudah tiba, sang murid dengan bangga membukanya. Dalam surat hanya tertulis satu kata "BOHONG"

Si murid langsung marah, "Guru sungguh keterlaluan, selalu berprasangka buruk, aku harus segera menemui guru. Akan ku buktikan kalau aku tidak bohong!"

Si murid segera mendayung sampan menyebrang sungai. Setelah tiba di seberang sungai ia bergegas menuju rumah gurunya.

Baru mau mengetuk pintu rumah, tangannya tertahan, mukanya yang merah padam berubah menjadi pucat. Kesombongan hilang menjadi rasa malu. Dengan kepala menunduk, ia kembali ke sampannya dan mendayung pulang.

Apa yang terjadi?

Di pintu rumah gurunya tertempel secarik kertas :

"Katanya tidak goyah oleh goncangan 8 angin, tapi hanya karena satu kata "BOHONG" saja kamu sudah marah hingga menyebrang sungai."

Kebenaran itu bukan hanya sekedar pemahaman. Kebenaran yang hidup adalah pengalaman yang diterapkan dalam perilaku kehidupan sehari-hari.

Aquarius Inspiration 229 (18 September 2013)
by: AQUARIUS RESOURCES (25A3ED17)
*Sharing Great Inspiration Everyday*

Minggu, 08 September 2013

Batu dan Logam

•Batu dan Logam•

Suatu hari ada seorang pekerja proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat dia bekerja, ada pesan penting yang harus ia sampaikan kepada temannya yang berada di bawah.

Pekerja itu berteriak-teriak memanggil temannya. Tetapi temannya tidak mendengar karena suara mesin yang berisik dan suara para pekerja lainnya.

Oleh karena itu untuk menarik perhatian temannya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan temannya itu. Temannya berhenti bekerja, mengambil uang logam itu lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba melemparkan sebuah logam lagi, tetapi hasilnya pun sama, temannya hanya mengambil logam itu dan kembali bekerja.

Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melempar ke arah temannya itu. Batu itu tepat mengenai kepalanya. Karena merasa sakit, temannya melihat ke atas. Lalu bekerja itu segera melambaikan tangannya dan melemparkan pesannya kepada temannya.

Nilai : Seringkali TUHAN melimpahi kita dengan rezeki, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepada-Nya. Karena itu, TUHAN sering menjatuhkan "batu kecil" kepada kita agar kita selalu ingat pada-Nya.

Happy Sunday O:)

Aquarius Inspiration 220 (8 September 2013)
by: AQUARIUS RESOURCES (25A3ED17)
*Sharing Great Inspiration Everyday*

Sabtu, 07 September 2013

Hewan Pendamping Nahkoda

•Hewan Pendamping Nahkoda•

Dalam sebuah kapal ada 4 ekor hewan yang selalu menemani Nahkoda.Ada Ayam, Gajah, Harimau dan Tikus. Suatu hari empat hewan itu berkumpul dan menceritakan kehebatan masing-masing.

Ayam berkata "Aku selalu memberi telur kepada Nahkoda kita. Berkat aku, dia dapat makan enak dan bergizi."

Gajah pun tak mau kalah "Aku kuat, aku selalu membantu nahkoda untuk mengangkat barang-barang berat."

Begitu pun Harimau "Aku selalu melindungi nahkoda dari serangan bajak laut dan orang-orang jahat."

Hanya tikus yang terdiam. Ketiga hewan lainnya memandang tikus dan berkata "Tikus apa fungsimu disini? Hanya engkau yang tak memiliki fungsi hahaha." Ejek teman-temannya.

Suatu hari kapal itu menabrak karang dan bocor. Sang Nahkoda dan keempat hewan itu panik. Mereka tidak tahu apa yang mereka akan lakukan karena lokasi kebocoran berada ditempat yang sulit dijangkau.

Kemudian Tikus berkata dengan tegas "Teman-teman mungkin inilah saatnya aku dapat berguna bagi kalian." Lalu Tikus itu berlari. Dengan tubuh mungilnya, ia dengan mudah masuk ke sela-sela kayu dan menemukan sumber kebocoran lalu menambal bagian yang bocor. Kapal itupun selamat.

Nahkoda pun berkata "Untung ada kamu Tikus, kalau tidak kita bisa celaka." Ketiga temannya pun tertunduk malu karena telah mengejek tikus itu.

Begitu juga dengan kita. Setiap Individu telah Tuhan berikan talenta. Talenta bisa kita kembangkan. Talenta yang kita miliki bukan untuk mengucilkan orang lain melainkan bisa digunakan untuk saling melengkapi dan menjadikan hidup yang lebih baik.

Aquarius Inspiration 219 (7 September 2013)
by: AQUARIUS RESOURCES (25A3ED17)
*Sharing Great Inspiration Everyday*

Jumat, 06 September 2013

Kopi dan Cangkir

•Kopi dan Cangkir•

Suatu hari seorang mantan dosen dari sebuah universitas didatangi oleh para alumni bekas mahasiswanya. Sang dosen itu sangat senang karena melihat anak didiknya kini telah mapan dan sukses di berbagai bidangnya.

Percakapan terjadi begitu seru mulai dari kebahagiaan sampai ke masalah yang terjadi dalam kehidupan mereka.

Ditengah pembicaraan, sang dosen pergi ke dapur bermaksud membawakan kopi untuk para tamunya itu. Tak lama sang dosen kembali dengan membawa satu teko kopi dan banyak cangkir, mulai dari cangkir porselen yang mahal hingga cangkir plastik yang murah. Sang dosen pun mempersilahkan tamunya untuk mengambilnya.

Setelah semua mengambil kopi, sang dosen berkata "Saya lihat kalian semua hanya mengambil gelas yang paling bagus dan mahal dan meninggalkan cangkir yang biasa dan murah. Itu normal karena kalian menginginkan yang terbaik untuk kalian. Tapi bukankah yang akan kalian minum itu adalah kopi, bukan cangkirnya?"

Sang dosen melanjutkan "Saya akan jelaskan, hidup adalah kopi dan pekerjaan, harta serta jabatan adalah cangkir. Mereka hanya alat untuk mewadahi hidup, sementara hidup sendiri tidak berubah. Terkadang dengan hanya fokus pada cangkir, kita gagal menikmati kopi di dalamnya."

Kamis, 05 September 2013

Kisah si Detik

•Kisah Si Detik•

Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya.

"Hai jam, apakah kamu sanggup berdetak 31,104,000 kali selama setahun?" "Ha?", kata jam terkejut, "Mana sanggup saya?"

"Bagaimana kalau 86.400 kali dalam sehari?"

"Sebanyak itu? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?", jawab jam penuh keraguan.

"Bagaimana kalau 3.600 kali dalam satu jam?"

"Dalam satu jam 3.600 kali? Banyak sekali itu", jawabnya dengan ragu.

Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian berbicara kepada si jam, "Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?"

"Nah, kalau begitu, aku sanggup!", kata jam dengan penuh antusias.

Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik.

Tanpa terasa, detik demi detik berlalu dan jam itu sangat luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti sebanyak 31.104.000 kali..

Ada kalahnya kita ragu dengan tugas yg begitu berat. Namun, sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita ternyata mampu, jangan pernah kalah sebelum berperang.

Aquarius Inspiration 217 (5 September 2013)
by: AQUARIUS RESOURCES (25A3ED17)
*Sharing Great Inspiration Everyday*

Jangan Mengeluh

Jika tidak menyukai pekerjaan yang sekarang, maka berhentilah, jika tidak berani, maka tutup mulut dan bekerja dengan baik.

Sebagian orang yang baru keluar ke masyarakat, memiliki impian yang tinggi tetapi keahlian yang rendah, jadi tidak bisa melakukan hal besar tetapi tidak mau melakukan hal kecil.

Keahlian itu bukan berasal dari mengeluh setiap hari, tetapi dari pengalaman pekerjaan yang kau lakukan dengan baik setiap hari.

Rabu, 04 September 2013

Kisah Cangkir

Ada seonggok tanah liat yang berkata kepada sebuah cangkir, "kamu begitu cantik cangkir, kamu akan menarik perhatian banyak orang".

"Terima kasih untuk pujiannya, tapi kamu perlu tahu bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat sepertimu. Namun suatu hari ada seorang penjunan dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar. Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing.

Lalu ia mulai menunjuku berulang-ulang. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Setelah itu ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Tapi ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan.

Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong! Hentikan penyiksaan ini! Sambil menangis aku berteriak-teriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli. Ia terus membakarku. Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca.

Aku terkejut melihat diriku. Aku hampir tidak percaya, karena dihadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna ketika kulihat diriku.

Hidup adalah serangkaian proses yang harus kita lewati. Dan tidak sedikit dari proses itu yang menyakitkan bahkan terasa seperti penderitaan.

Tapi tahukah kamu? Bahwa Tuhan sedang membentukkmu menjadi cangkir yang indah. Dia berjanji bahwa segalanya akan indah pada akhirnya.

Bersabarlah atas segala proses yang kamu lewati saat ini. Percaya pada janjiNya, bahwa segalanya akan indah pada akhirnya. Dan apabila menurutmu saat ini belum indah, itu berarti belum saatnya hidupmu berakhir. Berserah padaNya, Dia sedang mempersiapkanmu menjadi cangir tercantik yang pernah ada.