Suatu hari sebuah keluarga sedang berbelanja di sebuah toko swalayan. Ketika keluar dari swalayan tsb sang ibu dihampiri oleh seorang pengemis yg memelas meminta sedekah kepadanya. Sang ibu pun memberikannya selembar uang seribu rupiah dan pengemis itu menerimanya.
Tahu bahwa jumlah yg diberikan tak mencukupi, si pengemis itu mengusungkan jarinya dan mengarahkannya ke mulut pertanda meminta uang lebih utk dapat membeli malanan. Sang ibu pun tak menggubrisnya kemudian pergi utk membeli cemilan.
Sang Ayah pun berjalan menuju ATM utk melihat apakah gajinya sdh diterima atau belum sekaligus utk mengambil uang. Ketika melohat saldonya dia pun tersenyum tipis dan mengambil uang dari ATM itu. Dia pun menyisihkan uang 10.000 utk ia berikan ke pengemis tadi.
Dia pun bergegas menghampiri pengemis itu kemudian memberikan uang pecahan 10.000 itu. Tak disangka, respon pengemis itu sangat mengejutkannya.
Pengemis itu selalu mengucap syukur dan mendoakan keluarganya dgn baik. Dia benar-benar sgt senang dan selalu berterima kasih pada Tuhan dan sang Ayah.
Mata sang Ayah pun mulai berkaca-kaca karena tersentuh melihat pengemis itu.
Tak lama istrinya dtg dan kemudian bertanya, "ada apa Ayah?". Ayah menjawab, "tadi sy memberikan pengemis itu. 10.000 rupiah." Wajah sang ibu mulai terlihat kesal dan seolah tak terima ayahnya memberikan uang sebesar itu. "Dia sgt senang dan bersyukur kepada Tuhan ketika sy berikan uang itu Ma, dan dia pun mendoakan kita", lanjut sang Ayah.
"Dia yg hanya menerima uang 10.000 saja bersyukur tanpa henti kepada Tuhan. Padahal aku baru saja melihat ATMku yang isinya bisa beribu kali lipat dari 10.000 rupiah, aku hanya tersenyum dan lupa utk bersyukur kepada Tuhan", jelas Ayah.
Mendengar kata2 itu, istrinya puin langsung tertunduk merenung menyadari betapa tdk bersyukurnya dia selama ini.
Sudahkah Anda bersyukur?
Aquarius Inspiration
By: AQUARIUS RESOURCES (25A3ED17)
*Sharing Great Inspiration*
www.aquariuslearning.co.id
Bersyukur untuk hal kecil kadang terasa sulit, karena hal tersebut seolah-olah sudah "biasa" kita terima. Tapi sesungguhnya disana keikhlasan kita diuji, disana pula merupakan perwujudan nyata kita atas iman yang kita miliki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon komentar positifnya dari para pembaca untuk penyemangat kami dalam melayani. Terima kasih.