Rabu, 17 Juni 2015

Jalan Kebahagiaan

Suatu hari seorang anak mengeluh pada ayahnya, "Ayah, aku capek. Aku capek belajar. Temanku yang menyontek aja dapat nilai bagus. Aku mau menyontek saja".

"Aku capek menabung. Temanku saja bisa jajan terus tanpa menabung. Aku mau jajan saja".

"Aku capek membantu ibu membersihkan rumah. Temanku saja memiliki pembantu. Aku ingin punya pembantu saja".

"Aku capek bersabar sedangkan temanku seenaknya menghinaku", ucapnya sambil menangis.

Lalu sang ayah mengajak anaknya menuju sebuah tempat dimana jalan yg dilalui penuh dengan duri, serangga, ilalang, dan penuh lumpur.

"Mau kemana kita? Aku benci sekali jalan ini", ucap anaknya.

Ayahnya pun hanya diam.

Tibalah mereka disebuah telaga yg sangat indah dan sepi. "Wawww tempat apa ini ayah? Aku suka tempat ini", ucap si Anak.

"Tempat ini sangat indah namun sangat sepi karena orang tidak mau menyusuri jalan jelek tadi, padahal mereka tahu ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu".

"Tapi yah, bersabar itu kan sulit", jawab si anak.

"Aku tahu, ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat. Ada ayah dan ibu yg akan terus berada disampingmu agar saat kamu jatuh, kami bisa mengangkatmu. Tapi ingat, ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kamu harus bisa berdiri sendiri, maka jangan kau gantungkan hidupmu pada orang lain", ucap ayah bijak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon komentar positifnya dari para pembaca untuk penyemangat kami dalam melayani. Terima kasih.