Senin, 19 Agustus 2013

Tentara yang Cacat

Suatu hari ada seorang ibu yang sangat bahagia karena mendapatkan telegram bahwa anaknya akan pulang esok. Anaknya adalah seorang tentara yang ditugaskan perang ke Vietnam selama 4 tahun. Karena begitu senangnya sang ibu mendapatkan kabar itu, dia pun menyiapkan segala sesuatu untuk menyambut anaknya. Dia menyambutnya dengan mewah. Maklumlah suaminya adalah pemilik bisnis besar di kotanya.

Siang hari, ibu menerima telpon dari anaknya yang sudah tiba di bandara.

Anak: "Bu, bolehkah saya mengajak teman saya?"

Ibu: "Oh tentu, kamar kita cukup banyak untuk tempat dia tidur. Bawalah temanmu".

Anak: "Tapi teman saya cacat bu, dia korban perang di Vietnam. Dia kehilangan dua kaki dan tangannya bu".

Anak: "Tapi ada satu hal lagi bu yang harus saya ceritakan. Wajah dan kulitnya rusak akibat terkena ranjau ketika menolong temannya. Dan aku tak mau pisah dengannya".

Ibu: "Coba pikir nak, nanti malam kita akan mengadakan perjamuan malam dan dihadiri oleh seorang menteri, apa kata mereka apabila mereka melihat seorang anak dengan tubuh yang cacat dan wajah yang rusak. Bagaimana lingkungan bisa menerima kita nanti? Apakah tidak akan menurunkan martabat kita bahkan nanti bisa merusak citra bisnis usaha dari ayahmu nanti".

Si anak pun langsung menutup teleponnya.

Ketika malam, para tamu menunggu kehadiran anak itu dan ternyata anak itu tidak pulang.

Paginya, mereka mendapat telepon dari rumah sakit untuk datang karena harus mengidentifikasi mayat dari orang yang bunuh diri. Maya dari seorang pemuda bekas tentara Vietnam, yang telah kehilangan tangan dan kedua kakinya dan wajahnya pun telah rusak karena terbakar.

Mereka kira itu adalah tubuh dari teman anaknya, tapi ternyata pemuda itu adalah anaknya sendiri.

Jangan terlalu cepat menghakimi. Lihatlah konteks yang sesungguhnya barulah berbuat sesuatu.

Aquarius Inspiration 201 (19 Agustus 2013)
by: AQUARIUS RESOURCES (25A3ED17)
*Sharing Great Inspiration*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon komentar positifnya dari para pembaca untuk penyemangat kami dalam melayani. Terima kasih.