Jumat, 23 Agustus 2013

Mengumpulkan Kapas

•Mengumpulkan Kembali Kapas•

Suatu hari ada seorang pebisnis muda yg sgt kaya dan sering ke luar kota utk menjalankan bisnisnya itu. Suatu saat dia terkena pergaulan yg salah. Dia mulai sering bermain judi. Mulanya hanya taruhan kecil2an namun dia tak dpt menahan nafsu utk menang dan mengembalikan uangnya. Ia semakin gelap mata dan akhirnya jatuh miskin.

Orang luar tak mengetahui kebiasaannya berjudi. Sehingga dia menutupinya dgn menyebarkan fitnah bawah dia bangkrut karena sahabatnya yg menggelapkan uangnya. Kabar itu semakin menyebar sehingga sahabatnya itu jatuh sakit. Ia sangat menderita karna selalu dikucilkan oleh masyarakat sekitarnya.

Pebisnis itu tak mengira kalau perbuatannya akan berdampak seperti ini. Dan Dia pun segera menemui temannya itu utk meminta maaf. "Sobat, aku mengaku salah. Tak seharusnya aku melakukan ini. Sungguh aku menyesal dan minta maaf. Apa yg harus kulakukan utk menebus kesalahan yg telah ku perbuat?"

Temannya menjawab dgn lemah, "Ada dua permintaanku. Pertama, tolong ambil sebuah bantal dan bawalah ke atap rumah. Kemudian keluarkanlah kapas dari dalam bantal itu dan terbangkanlah kapas2 itu".

Meskipun bingung apa maksudnya pebisnis itu pun langsung melakukannya dan kemudian kembali, "Aku sudah melakukannya. Lalu apa permintaan keduamu?", ucap pebisnis itu.

"Sekarang kumpulkan kapas2 yg kau sebarkan tadi", jawab temannya.

"Maaf sobat, itu tidak mungkin dapat dilakukan".

"Begitu juga dgn berita bohong yg telah kau sebarkan, berita itu takkan berakhir hanya dgn permintaan maaf dan penyesalahmu saja", kata temannya.

Pebisnis itu pun langsung menangis dan memeluk temannya sambil berulang kali mengucapkan kata maaf.

Tak semua masalah bisa diselesaikan dgn kata MAAF. Sebelum berbuat, pikirkan dgn matang, jgn sampai menyesal dikemudian hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon komentar positifnya dari para pembaca untuk penyemangat kami dalam melayani. Terima kasih.