Rabu, 19 Desember 2012

Ambisi vs Ambisius

Setiap manusia harus mempunyai ambisi agar hidupnya bergairah, terus berusaha, dan menjadi lebih baik.

Tapi ambisi juga harus dapat dikendalikan. Agar tidak melahirkan sikap yang ambisius.
Suatu sikap yang membuat seseorang melakukan segalanya agar ambisinya terwujud.

Melupakan apa yang menjadi tanggung jawab dan tugasnya, dan mulai bertindak untuk kepentingan sendiri.

Banyak di antara kita yang tidak sadar saat ambisi telah merubah kita menjadi pribadi ambisius.

Karenanya selalu buka hati, mata dan telinga untuk siap menerima masukan dari mereka yang ada di sekitar kita.

Selamat sore menjelang malam ya sahabat. Teruslah berambisi dan jadikan ia cambuk agar selalu bergerak tanpa harus menabrak nilai-nilai kebaikan yang telah kita tanam.

Senin, 17 Desember 2012

1 Jempol = Rp. 1000,-

Ada banyak cara berbuat baik. Termasuk berbagi jempol di facebook.

Menyambut hari raya natal dan tahun baru, Inspirasi Kita mengadakan pengumpulan donasi dari sahabat semua untuk dibagikan kepada mereka yang membutuhkan melalui Gereja Katholik Maria Ratu Damai Banyuwangi.

Bagaimana caranya???
Donasi berasal dari banyaknya jumlah like atau jempol yang kamu berikan pada status Inspirasi Kita [http://facebook.com/InspirasiKita] (tanggal 9 - 23 Des 2012). jadi bagi kamu yang ingin ikut berbagi segera kunjungi Facebook Inspirasi Kita. Dengan memberikan 1 buah like atau jempol berarti kamu telah berbagi 1000 kepada mereka yang lebih membutuhkan.

Event ini BUKAN pengumpulan dana dari para sahabat Inspirasi Kita, dan tidak ada biaya sedikit pun, alias GRATIS. Kamu hanya perlu berbagi jempol.

Apabila ada oknum yang mengatasnamakan Inspirasi Kita dan meminta dana, kami himbau untuk mengabaikannya dan melaporkan kejadiannya (lebih baik beserta bukti) dan laporkan ke dhendriyanto[at]gmail.com

1 = 1000,
Event ini dilaksanakan pada tanggal 9 hingga 23 Desember 2012.

Jumat, 03 Agustus 2012

Melanjutkan Hidup dan Mengakhirinya kadang sama beratnya!

Melanjutkan Hidup & Mengakhirinya Kadang Sama Beratnya!

Disaat kita dipurukkan oleh kehidupan dengan berbagai macam problematika kehidupan yang ‘seolah-olah’ tanpa solusi dan tak berujung, melanjutkan hidup terasa amat berat. Semangat yang tadinya menggebu-gebu hilang tak tahu kemana rimbanya, optimisme yang tadinya menjadi kekuatan pun pergi tanpa pamit, keceriaan yang selalu menghiasi hari-hari kita pun enggan menghampiri diri yang sedang lemah ini.

Pada kondisi seperti ini tak jarang manusia berpikir [mudah-mudahan kita tidak] untuk mengakhiri segalanya dengan mengakhiri hidupnya. Tapi apakah semudah itu? Coba simak cerita berikut ini ;

Rodi, begitu biasa kawan saya ini biasa dipanggil. Pendidikannya biasa-biasa saja tapi ia termasuk pintar dan beruntung. Karirnya ia peroleh dengan mudah dan terakhir posisinya adalah sebagai manager marketing sebuah perusahaan makanan ringan. Karena jam terbang, pengalaman dan jaringan sudah cukup banyak, ia bertekad membuka usaha sendiri dan berkeinginan menjadi bos.

Setelah berjalan beberapa lama, ternyata nasib baik masih belum berpihak kepadanya. Usahanya mengalami kebangkrutan karena ditipu oleh anak buah. Setelah menganggur untuk beberapa lama, pengalaman dan lingkup pergaulannya yang cukup luas membuatnya tidak terlalu sulit untuk menemukan pekerjaan baru. Bekerja selama kurang lebih tiga tahun cukup buatnya untuk kembali memulai bisnis sendiri. Belajar dari pengalaman masa lalu ia mempersiapkan segala sesuatunya dengan lebih baik. Harapannya adalah agar niat dan usahanya kali ini membuahkan hasil.

Malang tak dapat ditolak untung tak dapat diraih, lagi-lagi usahanya mengalami kebangkrutan. Bahkan kali ini lebih parah karena disamping usahanya yang bangkrut rumah tangganya pun porak-poranda. Karakternya yang temperamental menyebabkannya bertengkar setiap hari dengan istrinya. Sampai suatu waktu sang istri dan kedua anaknya pergi meninggalkannya.

Dikesendiriaannya itulah ia berpikir untuk mengakhiri .hidupnya dengan bunuh diri. Ia merasa orang yang paling sial sedunia dan tidak ada gunanya lagi hidup. Mungkin kalau saya mati segala urusan selesai, istri dan anak-anak saya bisa hidup lebih bahagia dengan orang lain yang lebih mampu dari saya.

Dengan modal uang Rp 20.000 hasil pinjam dari tetangga dibelinya teh celup, rokok dan sekaleng baygon. Rupanya sebelum kematiannya ia ingin menikmati secangkir teh dan beberapa batang rokok. Dibukanya lah kaleng baygon tadi dan ditenggak seluruh isinya. Untuk beberapa lama ia merasakan dunia berputar-putar dan sekejap kemudian terdengar suara ngiiiiiing dari telinganya dan beberapa saat kemudian…..tek.

Dia berpikir malaikat maut sudah menjemputnya. Ternyata takdirnya belum sampai, seperti kata pepatah Bugis;
De’k nalabu essoe’ ri tenngana bitarae’ (Tak akan tenggelam matahari di tengah langit) .
Manusia tidak akan mati sebelum takdirnya sampai.

Oleh karena itu, keraguan harus disingkirkan dalam menghadapi segala tantangan hidup. Beberapa jam kemudian ia terbangun dengan keadaan pusing yang luar biasa dan pandangannya berkunang-kunang serta muntah-muntah selama tiga hari.

Ternyata melanjutkan hidup sama sulitnya dengan mengakhiri hidup. Kalau waktunya sudah tiba apa yang kita anggap paling sulit bisa menjadi paling mudah dan sangat gampang. Kadang kala tanpa berbuat apa-apa pun kita sudah mendapatkan hasil. Didalam situasi-situasi sulit kita hanya perlu bersabar dan berserah. Selagi hayat masih dikandung badan selalu ada kesempatan untuk jadi lebih baik, seperti kata peribahasa Batak

”Agia pe lapalapa asal di toru ni sobuon, agia pe malapalap asal ma di hangoluhon, ai sai na boi do jolma partalaga muba gabe parjuluon”
Biar miskin dan menderita tidak mengapa, asalkan bisa hidup terus, karena selama masih hidup selalu ada harapan mendapat perbaikan nasib.

Terima kasih, domoo arigatoo, matur suwun, kamsia, saohagolo, nuhun pisan, matur suksma, tarimo kasi, mauliate and thank you for reading this article!!!
Terima kasih

Ketika Hari Terasa Berat
Mazmur 73:28
Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan ALLAH, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya.

Akan ada hari-hari ketika kita menemukan bahwa kita rasanya sedang tidak ingin menyembah Allah. Mungkin godaan untuk membandingkan diri sendiri dengan orang lain telah menyebabkan kita merasa down dan bahkan depresi. Mengemudi pulang kerja pada hari Jumat, kita mengatakan kepada diri sendiri senang hari-hari yang penuh dengan kerja berat telah selesai dan week end tiba.Saat kita mulai menggerutu tentang rasa lelah, disitulah setan mulai mengambil bagian dengan menambahkan berbagai hal pikiran negative.

Namun, saat seperti itu kita perlu berdoa dan meminta Tuhan untuk perspektif-Nya. Seperti Asaf, penulis Mazmur 73, dia mengalami hal yang sama dengan kita. Dia membiarkan kekecewaan tumbuh dalam hidupnya ke titik di mana ia sangat terganggu. Hingga pada akhirnya ia mengerti bahwa membandingkan diri dengan orang lain adalah sebuah kebodohan yang tidak perlu dan memutuskan untuk mendekat kepada Tuhan serta melihat dari cara pandang Tuhan.

Asaf berkata, “Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan ALLAH, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya.” (Ayat 28).

Semakin dekat kita kepada Allah, semakin kecil kemungkinan musuh memiliki kesempatan untuk menyerang kita. Tetap fokus pada apa yang Allah mau untuk kita lakukan. Kita adalah anak yang dikasihi-Nya, dan Dia memiliki rencana yang luar biasa untuk hidup kita. Jadi mari sembah dan tinggikan Dia baik kita sedang ingin maupun tidak ingin. Jangan biarkan kekecewaan menggerogoti iman Anda, lihatlah segala sesuatu dari perpektif Allah. (via Awie Wijaya Wong Wong Facebook)

Minggu, 29 Juli 2012

Filosofi Pelangi

Di suatu masa warna-warna dunia mulai bertengkar. Semua menganggap dirinyalah yang terbaik yang paling penting, yang paling bermanfaat, yang paling disukai.
HIJAU berkata:
"Jelas akulah yang terpenting. Aku adalah pertanda kehidupan dan harapan. Aku dipilih untuk mewarnai rerumputan, pepohonan dan dedaunan. Tanpa aku, semua hewan akan mati. Lihatlah ke pedesaan, aku adalah warna mayoritas..."
BIRU menginterupsi:
"Kamu hanya berpikir tentang bumi, pertimbangkanlah langit dan samudra luas. Airlah yang menjadi dasar kehidupan dan awan mengambil kekuatan dari kedalaman lautan. Langit memberikan ruang dan kedamaian dan ketenangan. Tanpa kedamaian, kamu semua tidak akan menjadi apa-apa"
KUNING cekikikan:
"Kalian semua serius amat sih? Aku membawa tawa, kesenangan dan kehangatan bagi dunia. Matahari berwarna kuning, dan bintang-bintang berwarna kuning. Setiap kali kau melihat bunga matahari, seluruh dunia mulai tersenyum. Tanpa aku, dunia tidak ada kesenangan."
ORANYE menyusul dengan meniupkan trompetnya:
"Aku adalah warna kesehatan dan kekuatan. Aku jarang, tetapi aku berharga karena aku mengisi kebutuhan kehidupan manusia. Aku membawa vitamin-vitamin terpenting. Pikirkanlah wortel, labu, jeruk, mangga dan pepaya. Aku tidak ada dimana-mana setiap saat, tetapi aku mengisi lazuardi saat fajar atau saat matahari terbenam. Keindahanku begitu menakjubkan hingga tak seorangpun dari kalian akan terbetik di pikiran orang."
MERAH tidak bisa diam lebih lama dan berteriak:
"Aku adalah Pemimpin kalian. Aku adalah darah - darah kehidupan! Aku adalah warna bahaya dan keberanian. Aku berani untuk bertempur demi suatu kuasa. Aku membawa api ke dalam darah. Tanpa aku, bumi akan kosong laksana bulan. Aku adalah warna hasrat dan cinta, mawar merah,poinsentia dan bunga poppy."
UNGU bangkit dan berdiri setinggi-tingginya ia mampu, Ia memang tinggi dan berbicara dengan keangkuhan.
"Aku adalah warna kerajaan dan kekuasaan. Raja, Pemimpin dan para Uskup memilih aku sebagai pertanda otoritas dan kebijaksanaan. Tidak seorangpun menentangku. Mereka mendengarkan dan menuruti kehendakku."
Akhirnya NILA berbicara, lebih pelan dari yang lainnya, namun dengan kekuatan niat yang sama:
"Pikirkanlah tentang aku. Aku warna diam. Kalian jarang memperhatikan adaku untuk merepresentasikan pemikiran dan refleksi, matahari terbenam dan kedalaman laut. Kalian membutuhkan aku untuk keseimbangan dan kontras, untuk doa dan ketentraman batin."
Jadi, semua warna terus menyombongkan diri, masing-masing yakin akan superioritas dirinya. Perdebatan mereka menjadi semakin keras. Tiba-tiba, sinar halilitar melintas membutakan.Guruh menggelegar. Hujan mulai turun tanpa ampun. Warna-warna bersedeku bersama ketakutan, berdekatan satu sama lain mencari ketenangan. Di tengah suara gemuruh, hujan berbicara:
"WARNA-WARNA TOLOL, kalian bertengkar satu sama lain, masing-masing ingin mendominasi yang lain. Tidakkah kalian tahu bahwa kalian masing-masing diciptakan untuk tujuan khusus, unik dan berbeda? Berpegangan tanganlah dan mendekatlah kepadaku!"
Menuruti perintah, warna-warna berpegangan tangan mendekati hujan, yang kemudian berkata: "Mulai sekarang, setiap kali hujan mengguyur, masing-masing dari kalian akan membusurkan diri sepanjang langit bagai busur warna sebagai pengingat bahwa kalian semua dapat hidup bersama dalam kedamaian.PELANGI adalah pertanda Harapan hari esok."
Jadi, setiap kali HUJAN deras menotok membasahi dunia, dan saat Pelangi memunculkan diri di angkasa.
Marilah kita MENGINGAT untuk selalu MENGHARGAI satu sama lain.

Selasa, 24 Juli 2012

KAMU BISA!

Jangan selalu tergantung pada orang lain. Ketergantungan hanya membuatmu lemah. Yakinlah, kamu lebih kuat dari yang kamu tahu. (via pepatah)

Petunjuk Bijak Kehidupan

~PETUNJUK BIJAK KEHIDUPAN~

1. Mereka yang beralasan tidak punya waktu adalah mereka yang membiarkan waktu mengatur hidupnya, bukan malah sebaliknya.

2. Dunia lebih menghargai orang yang mau melakukan pekerjaan kecil daripada orang yang hanya memiliki rencana yang besar namun tidak melakukannya.

3. Jangan hanya tertarik dengan apa yang dicapai orang sukses, tertariklah dengan keringat dan air mata yang mereka keluarkan untuk mencapainya.

4. Nasib baik tidak pernah salah memilih orang, ia memilih orang yang proaktif menjemputnya.

5. Gunakan perasaan saat menghadapi manusia, gunakan logika saat menghadapi masalah.

6. Yang menyedihkan bukanlah bidikan yang meleset, melainkan bidikan yang tanpa target.

7. Hal yang perlu ditakuti saat mengkritik orang lain adalah ketika kita sendiri pun tidak lebih baik dari mereka. (via ORANG-ORANG SUKSES)

Jumat, 20 Juli 2012

Sang Pembelajar

Aku tetap akan menjadi aku. Dan jika kamu lebih baik dari aku, aku akan melihatmu, belajar darimu, hingga nanti aku akan menjadi aku yang lebih baik darimu dan lebih baik dari aku yang saat ini. Karena aku adalah aku yang selalu lebih baik dari aku ataupun kamu. Salam, Sang Pembelajar.

Minggu, 25 Maret 2012

Super Hero

Boy: I wanna be super hero.

Girl: oh realy? Whats your name? Superman? Batman?

Boy: No, I wanna be Yourman. :-)


Published with Blogger-droid v2.0.4

Sabtu, 03 Maret 2012

Learning Process

Learning is constant process of discovery, a process without end.

Belajar adalah proses penemuan secara terus-menerus, sebuah proses tanpa akhir.

-----

Source:

BRUCE LEE

40 SPIRIT OF SUCCESS

By. Andrie Wongso

Published with Blogger-droid v2.0.4