Rabu, 19 Januari 2011

Harga Sebuah Keajaiban

Sally berumur 8 tahun ketika dia mendengar orangtuanya sedang berbicara mengenai adik lelakinya, Georgi yang menderita sakit parah… Hanya operasi yang sangat mahal bisa menyelamatkannya, tapi mereka tak punya biaya.

Sally mendengar ayahnya berkata, “Hanya keajaiban yang bisa menyelamatkannya”

Sally mengambil celengan dari tempat persembunyiannya, lalu dikeluarkannya semua isi celengan ke lantai dan menghitung semua uangnya.

Dengan membawa uang, Sally menyelinap keluar dan pergi ke apotik.

“Apa yg kamu perlukan?” tanya apoteker.

“Saya mau bicara mengenai adikku, dia sakit dan saya mau membeli keajaiban”, jawab Sally.


“Apa yang kamu katakan?”

“Ayahku mengatakan hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan jiwanya. Jadi berapa harganya?”

“Kami tidak menjual keajaiban, adik kecil”

“Saya punya uang. Katakan saja berapa harga keajaiban?”

Seorang pria berpakaian rapi berhenti dan bertanya, “Keajaiban jenis apa yang dibutuhkan oleh adikmu?”

“Saya tak tahu”, jawab Sally

Air mata mulai menetes di pipinya.

“Saya hanya tau dia sakit parah dan ayah mengatakan bahwa ia membutuhkan operasi. Orangtuaku tak mampu membayarnya, tapi saya punya uang”

“Berapa uang yang kamu punya?”

“Satu dollar dan sebelas sen,” jawab Sally dgn bangga

“Kebetulan sekali,” kata pria itu sambil tersenyum, “Satu dollar dan sebelas sen, Harga yg tepat untuk membeli keajaiban yang dapat menolong adikmu”

Dia mengambil uang, kemudian memegang tangan Sally dan berkata:
“Bawa saya kepada adikmu, saya mau bertemu dengannya dan orangtuamu”

Pria itu adalah Dr. Carlton Armstrong, seorang ahli bedah terkenal.

Operasi dilakukannya tanpa biaya dan butuh waktu yang tak lama. Georgi kembali ke rumah dalam keadaan sehat.

Orang tuanya sangat bahagia. Sally tersenyum… Dia tau pasti berapa harga keajaiban tersebut,
‘Satu dollar dan sebelas sen’, ditambah dengan keyakinan.

Sumber dari sini

---------------------------------------------

Sahabat inspirasi yang luar biasa,

Dalam hidup ini terkadang kita mengalami suatu permasalah yang sangat berat. Dan tidak jarang kita mulai mempertanyakan, "apakah benar Tuhan menyayangiku? Dimana keajaibanNya? Mengapa Ia tak kunjung menolongku?"

Tuhan itu ada, dan Dia sangat menyayangi kita dan keajaibanNya pun nyata. Terkadang Tuhan memang seolah-olah membiarkan kita "berjalan" seorang diri, tapi itu bukan untuk menghukum kita, tapi karena Dia ingin kita mendekatkan diri padaNya.

Milikilah keyakinan penuh pada Tuhan, ikhlaskan diri untuk menerima rencanaNya. Itulah yang namanya iman. Iman menjauhkan kekuatiran dan kegelisahan, ia membuat pemiliknya menikmati ketenangan walau tak ada alasan untuk tetap tenang.

Jadi, jika pencobaan datang dan menghantam hidup kita hingga kita bertekuk lutut, sadarilah bahwa itu adalah posisi yang paling tepat untuk berdoa dan bertobat. Keep your faith!



Share and be happy!

if you like it, you can share it.

Dengan berbagi kita akan hepi. :)

Sabtu, 08 Januari 2011

Rumput Tetangga

“Rumput tetangga selalu tampak lebih hijau.”


 


Sudah menjadi sifat dasar manusia untuk selalu menginginkan hal yang belum dimilikinya, dan bahkan ada sebagian yang sampai terjebak dalam perasaan iri. “kenapa aku tidak setampan dia?”, “kenapa aku tidak sekaya dia?”, dan lainnya. Seperti perumpamaan di atas, sehijau-hijaunya rumput yang ada dihalaman kita, tetapi selalu saja ada yang mengatakan bahwa rumput milik tetangga lebih hijau dari miliknya.


Seperti sebuah rumput yang memiliki begitu banyak varian dan menyebabkan perbedaan warna, seharusnya kita juga harus selalu menyadari bahwa anugrah yang dimiliki setiap orang pun berbeda. Dan pada saat variannya sama pun, ada berbagai faktor yang membuat “hijau” nya berbeda, kesuburan tanah, pupuk yang digunakan, sampai cara perawatan. Karena itu, ayo kita belajar untuk bersyukur atas segala sesuatu yang telah menjadi milik kita, meskipun hasil yang diperoleh tidak sebaik “tetangga” kita, tidak perlu iri. Jadikan itu sebagai pelajaran, mungkin “tetangga” kita telah berusaha lebih keras, mereka selalu belajar, dan juga mereka memiliki cara tersendiri dalam menggunakan anugrah yang ada.


Jadi, saat kita mulai merasa bahwa “rumput tetangga tampak lebih hijau”, jadikan itu sebagai alarm periksa kembali “taman” kita, mungkin kita belum merawat dan mengelolanya dengan maksimal.


Sahabat inspirasi yang luar biasa,


Jangan pernah jadikan perbedaan kita dengan yang lain sebagai alasan untuk iri hati. Mari kita bersyukur atas segala sesuatu yang telah kita terima, kita jadikan perbedaan itu sebagai bahan pembelajaran untuk menjadi lebih baik. Dan jangan pernah dilupakan bahwa “rumput tetangga” meskipun tampak baik, tetapi belum tentu dapat tumbuh subur bila ditanam di halaman kita. “Rumput tetangga” terkadang tampak lebih hijau, tapi “rumput kita” tetaplah “rumput” yang terbaik untuk kita. Karena Tuhan telah menyediakan porsi yang berbeda-beda untuk seluruh umatNya. Tetaplah bersemangat, teruslah belajar agar yang baik menjadi lebih baik, dan yang lebih baik menjadi yang terbaik. GET IT!!!


 


Share and be happy!


Teruslah berbagi, karena dengan berbagi kita akan hepi. :)


 

Jumat, 07 Januari 2011

Berani Mimpi, Berani Sukses

Penulis: Andrie Wongso


Selasa, 04-Januari-2011


Awal tahun sering dianggap momentum yang tepat untuk memulai hidup baru. Tahun lalu mungkin tak banyak prestasi yang bisa kita raih, tahun ini adalah saat terbaik untuk memperbaikinya. Tahun lalu mungkin kita gagal meraih cita-cita yang kita impikan, tahun ini adalah waktu yang tepat untuk lebih memfokuskan segala kemampuan dan bekerja lebih keras lagi agar impian itu bisa terwujud.


Setinggi apa mimpi-mimpi bisa kita pancangkan? Banyak di antara kita yang bermimpi saja tak berani karena takut kecewa jika kelak tak bisa meraihnya. Akhirnya mimpinya biasa-biasa saja. Atau banyak juga yang hanya bermimpi tanpa berusaha meraihnya. Akhirnya mimpi-mimpi itu hanya berhenti sampai pada mimpi saja.


Jika kita melihat ke belakang, kita akan menemukan betapa berharganya mimpi-mimpi itu. Apa yang kita nikmati saat ini seperti telepon genggam, komputer, kendaraan yang kita gunakan, dan apa pun yang kita rasakan manfaatnya dan kita kagumi, semua itu awalnya dari mimpi. Para penciptanya kerap diolok-olok orang-orang sekitarnya karena impian mereka dianggap hayalan yang tak mungkin bisa diwujudkan.


Meski begitu mereka tetap yakin bahwa mimpi-mimpi itu bukan sesuatu yang mustahil. Ejekan-ejekan yang diterimanya justru menjadi semacam vitamin kehidupan yang mendorong semangatnya untuk terus berusaha. Mereka tak patah semangat untuk mencoba dan mencoba lagi, kegagalan demi kegagalan tak menyurutkan semangatnya untuk mencoba lagi, dan akhirnya ketekunan mereka berhasil mewujudkan impiannya. Itulah kekuatan mimpi!


 


Teman-teman yang Luar Biasa!


Pagi tadi pada talkshow rutin di jaringan Radio Sonora, saya membahas tentang "Kekuatan Mimpi". Mimpi adalah jalan menuju kesuksesan. Karena impian kehidupan bisa kita ubah menjadi lebih berkualitas. Tentu, untuk merealisasikan setiap impian ini, kita membutuhkan kekuatan lain. Kekuatan itu harus ditumbuhkembangkan dari dalam diri kita sendiri yaitu berani bermimpi, berani mencoba, berani mati-matian, berani gagal, dan berani sukses. Nah, teman-teman, mimpi apa yang ingin diraih tahun ini? Mari bekerja keras untuk mewujudkannya.


Oh ya, teman-teman, mulai minggu depan siaran talkshow saya di Radio Sonora akan berubah jadwalnya. Jika sebelumnya tiap Selasa pagi pukul 07.00-08.00 WIB, mulai minggu depan menjadi setiap hari Senin pukul 07.00-08.00 WIB.


Oke? Sampai jumpa Senin, 10 Januari 2011, pada Talkshow Success Wisdom & Motivation di jaringan Radio Sonora jam 07.00-08.00 WIB. Salam Sukses, Luar Biasa!!


 


Artikel asli:


dari sini

Minggu, 02 Januari 2011

Tak Ada Gading Yang Tak Retak


“Tak ada gading yang tak retak.”



Sebuah peribahasa yang sangat populer saat saya masih SD, sebuah peribahasa yang menggambarkan bahwa tak ada manusia yang sempurna. Ketika SD saya sangat suka sekali menggunakan peribahasa ini sebagai slogan, dan sampai saat ini pun saya tetap menyukai peribahasa ini.


Tetapi sayang, peribahasa ini kadang digunakan sebagai pembenar kesalahan-kesalahan kita. Setiap kali ada yang berbuat salah, mereka selalu berdalih:




“Tidak ada manusia yang sempurna. Jadi sesekali salah tidak apa-apa.”



atau




“Kita kan bukan Tuhan, jadi wajar jika kita tidak sempurna dan berbuat salah.”



Ya, mereka benar. Kita hanyalah manusia. Tidak ada, dan tidak akan pernah ada manusia yang sempurna apalagi sempurna seperti Tuhan.


Tapi ingat, sebuah gading retak pun, ditangan seorang ahli dan setelah mengalami berbagai macam proses, dapat menjadi sesuatu yang indah dan bernilai tinggi. Begitu juga dengan kita. Tidak ada manusia yang sempurna, tetapi dalam hidup ini, kita harus berusaha menjadi sempurna dan bernilai tinggi. Percayakan hidup kita pada Seorang Ahli, Tuhan. Kerjakan yang menjadi bagian kita, dan biarkan Tuhan mengerjakan bagianNya.


 


Sahabat inspirasi yang luar biasa,


Apapun kesalahan kita, apapun kelemahan kita saat ini, semuanya tidak akan menghalangi kita untuk menjadi lebih baik jika kita tulus menginginkannya. Teruslah berusaha, karena jika kita tidak berusaha menjadi yang terbaik, lalu kita akan menjadi apa?


Jadilah yang terbaik, kita berhak untuk menjadi yang terbaik.


 


Salam,


D. Hendriyanto.

Menjadi Luar Biasa!

Setiap orang dapat menjadi luar biasa, karena sesungguhnya kita semua adalah LUAR BIASA, kita sendirilah yang membuat diri kita menjadi biasa.

Menjadi luar biasa bukan berarti kita harus selalu mendapatkan pengalaman yang luar biasa (luar biasa menderita, luar biasa menakjubkan, dll), menjadi luar biasa juga bukan berarti kita harus melakukan hal yang luar biasa.

Perasaan luar biasa dapat kita miliki saat kita mampu menyikapi seluruh pengalaman hidup kita dengan sikap yang luar biasa, sikap yang mau terus belajar dan selalu mengambil makna positif dari setiap peristiwa. Menjadi luar biasa juga dapat kita lakukan dengan melakukan hal-hal yang biasa dengan cara yang luar biasa.

Jadilah orang-orang yang luar biasa dari sekarang. Banyak orang merasa tidak puas karena mereka merasa harus melakukan sesuatu yang besar (contoh: kebaikan besar, sukses yang besar) untuk menjadi luar biasa. Hentikan perasaan itu, hal itu hanya akan membuat kita terbebani.



Bebaskan dirimu! Jangan pernah mengabaikan hal-hal kecil, karena semua hal besar selalu dimulai dari sebuah hal kecil yang terkadang tidak pernah diperhatikan oleh orang lain.


Jangan pernah mengabaikan kesempatan untuk berbuat kebaikan kecil, karena mengabaikan kesempatan untuk berbuat baik, sekecil apapun, itu adalah sebuah kejahatan.



ayo kita belajar bersama untuk menjadi orang yang luar biasa.



Kita semua adalah LUAR BIASA, diri kita sendiri-lah yang membuat jadi BIASA. Jangan mau jadi BIASA karena kita LUAR BIASA!




Salam,

Sabtu, 01 Januari 2011

Batu Penghalang

Alkisah, seorang raja yang pandai dan bijak bermaksud menguji kerajinan dan kepedulian rakyatnya dengan cara yang unik. Pada suatu sore, sang raja diam-diam meletakkan sebongkah batu di tengah jalan yang sering dilewati orang. Letak batu itu persis di tengah jalan sehingga tidak enak dipandang dan menghalang-halangi langkah orang. Rupanya, sang raja sengaja ingin mengetahui apa reaksi rakyatnya yang lalu-lalang di jalan tadi.



Tampak seorang petani melintas sambil membawa gerobak barang yang tampak berat karena penuh dengan barang bawaan. Ketika ia melihat sebongkah batu menghalangi jalannya, ia langsung mengomel. "Dasar orang-orang di sini malas-malas. Batu di tengah jalan didiamkan saja..!" Sambil terus menggerutu, ia membelokkan gerobaknya menghindari batu tadi dan meneruskan perjalanannya.



Setelah itu, lewatlah seorang prajurit sambil bersenandung mengenang keberaniannya di medan perang. Karena jalan kurang hati-hati, si prajurit tersandung batu penghalang dan hampir tersungkur. "Aduuuh...! Kenapa orang-orang yang lewat jalan ini tidak mau menyingkirkan batu ini...hah!" teriak si prajurit marah-marah, sambil mengacung-acungkan pedangnya. Sekalipun mengeluh dan marah-marah, prajurit itu tidak mengambil tindakan apa pun. Sebaliknya, ia melangkahi batu tersebut dan berlalu begitu saja.



Tidak lama kemudian, seorang pemuda miskin berjalan melewati jalan itu. Ketika melihat batu penghalang tadi, dia berkata dalam hati, "Hari sudah mulai gelap. Bila orang melintas di jalan ini dan tidak berhati-hati, pasti akan tersandung. Batu ini bisa mencelakai orang." Walaupun letih karena telah bekerja keras seharian, pemuda ini masih mau bersusah payah memindahkan batu penghalang ke pinggir jalan.



Setelah batu berhasil dipindahkan, pemuda itu terkejut melihat sebuah benda tertanam di bawah batu yang dipindahkannya. Disitu terdapat sebuah kotak dan sepucuk surat, yang isinya berbunyi, "Untuk rakyatku yang rela memindahkan batu penghalang ini. Karena engkau telah menunjukkan kerajinan dan kepedulianmu kepada orang lain, maka terimalah lima keping emas yang ada dalam kotak ini sebagai hadiah dari rajamu."



Pemuda miskin itu langsung bersyukur dan memuji kedermawanan rajanya. Dan peristiwa itu pun menggemparkan seluruh negeri. Raja telah berhasil mengajarkan arti pentingnya nilai kerajinan dan kepedulian terhadap sesama, serta keberanian dalam menghadapi rintangan.




Netter yang luar biasa!!



Dalam aktivitas menjalani kehidupan ini, kita pasti pernah mengalami hadangan seperti 'batu penghalang' seperti cerita di atas. Setiap batu penghalang bisa diartikan sebagai rintangan, kesulitan, beban, ataupun tanggung jawab yang ada di dalam kehidupan kita. Bila sikap kita menghadapi semua hal tersebut dengan perasaan tidak sabar, jengkel, marah, menghindar dan cenderung menyalahkan orang lain sebagai penyebabnya, maka kita tidak akan pernah belajar banyak mengenai kehidupan. Karena sesungguhnya, dalam setiap kesulitan, selalu terdapat hikmah yang tersembunyi, dan pasti ada pelajaran yang mampu mematangkan dan mendewasakan mental kita.



Jelas kita butuh mentalitas seperti yang dipunyai si pemuda tadi yaitu berani menghadapi rintangan, tidak menyerah bila dilanda kesulitan, peduli terhadap sesama dan lingkungan, tidak cengeng dalam memikul beban, berani memanggul tanggung jawab yang besar. Jika mentalitas seperti ini yang kita punyai, saya yakin, kesempatan besar dan sangat menjanjikan tengah menyelinap di balik setiap batu penghalang yang menghadang proses perjuangan kita



Saat ini, mungkin ada persoalan sebagai batu penghalang yang menghambat kemajuan kita! Maka hanya ada satu jalan untuk menghadapinya, yaitu hancurkan setiap batu penghalang! Mari kita kuatkan mental dan kobarkan semangat juang dengan berani menghadapi setiap masalah, demi membangun kondisi yang lebih maju, lebih sukses, dan lebih berarti.


Salam sukses, luar biasa!!




_______________




Audio cerita ini bisa didapatkan di "CD Audio-Book 10 Wisdom & Success #1" by Andrie Wongso. Bagi teman-teman yang ingin mendengarkannya lagi, atau mengoleksinya, kunjungi�AW Success Shop�dan jaringan Toko Buku Gramedia. Atau, hubungi office di (021) 6339523.


 

Mengasah Kapak

Penulis : Andrie Wongso
Selasa, 28-Desember-2010

Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, maka calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.

Saat akan mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.

Hari pertama bekerja, ia berhasil merobohkan delapan batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus. "Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu selama ini. Teruskan bekerja seperti itu."

Karena sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi. Tetapi dia hanya berhasil merobohkan tujuh batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tapi hasilnya tetap tidak memuaskan, bahkan mengecewakan. Semakin bertambah hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan.

"Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku. Bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada majikan?" pikir penebang pohon, merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap kepada sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.

Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, "Kapan terakhir kamu mengasah kapak?"

"Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu! Saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga," kata si penebang.

"Nah, di sinilah masalahnya. Ingat hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil maksimal. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama, tetapi tidak diasah. Kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apapun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bisa bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal. Sekarang, mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!" perintah sang majikan. Sambil mengangguk-anggukkan kepala dan mengucap terima kasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.


Netter yang Luar Biasa,

Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, dan sibuk terus, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak, "mengasah" dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan, dan spiritual.

Seperti pepatah yang mengatakan "istirahat bukan berarti berhenti, tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi," tentunya istirahat kita seharusnya menjadi istirahat yang berkualitas dan bukan untuk bermalas-malasan. Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan dinamis!

Salam sukses, luar biasa!