Konon Ada sebuah kerajaan yang dinamakan kerajaan drakula, dan sudah pasti penduduknya drakula semua. Pada suatu hari ada seorang drakula belum pernah sama sekali menghisap darah manusia, dan dia dipanggil oleh sang raja drakula untuk menghadap.
Raja Drakula : "Hei..kau Belum pernah menghisap darah manusia dan sekarang kau harus belajar menghisap darah manusia."
Si drakula Amatir bilang : "Baik Raja malam ini saya akan menghisap darah manusia"
Raja Drakula : "Baguss!!!! Cepat kamu laksanakan..."
Malampun tiba Si drakula amatir itu pergi mencari korbannya dan akhirnya dia berhasil menghisap darah manusia. Setelah itu dia menghadap sang raja drakula..
Raja drakula : "Bagaimana??, kamu sudah berhasil menghisapnya?? dan bagaimana rasanya ?"
Drakula Amatir : "Saya sudah berhasil Raja!!! Tapi rasa darahnya Aseem...!!!"
Raja Drakula : "Masa Asem? Emang siapa orang yang kamu hisap???"
Drakula Amatir : "Orangnya Laki-laki,kulitnya Hitam,jelek lagi..!!"
Raja Drakula : "Setahu saya Darah manusia semua sama, mau laki-laki atau perempuan, Cakep atau jelek semua sama.."
Drakula Amatir : "Sumpah Raja!!! Rasa Darahnya Asem..."
Raja Drakula : "Ok Klo gitu saya kasih kesempatan lagi, kamu cari lagi tapi coba kamu cari Cewek yang cantik,putih bersih."
Drakula Amatir : "Baik Raja Nanti Malam Saya mencari darah lagi"
Setelah malam tiba drakula Amatir berangkat dan berhasil menghisap darah cewek yang cantik. Dan setelah itu dia kembali menghadap raja..
Raja Drakula : "Bagaimana?? Sudah Dapat menghisap darah Cewek cantik??bagaimana rasanya?"
Drakula Amatir : "Sudah Raja!!! Cewek Cantik, Tubuh Putih Bersih!!! tapi Rasanya masih Asem!!!!"
Raja Drakula : "Saya tidak percaya! Masa Masih Asem!!!!Pasti ada yang salah!!! Cewek yang kamu hisap mayatnya masih ada gak??"
Drakula Amatir : "Masih ada raja!!! Masih terkapar dijalan"
Raja Drakula : "Baik, saya mau lihat mayatnya."
Akhirnya Raja Drakula dan Drakula Amatir Berangkat melihat Mayat si Cewek tadi. Dan setelah sampai Raja drakula langsung melihat. Dan Raja Drakula langsung memukul kepala si Drakula amatir.
Plakkkk!!!!!
Raja Drakula : "Goblokkkk!!! Plakkk!!! Hisap darah manusia itu Di leher, Bukan Di ketek!!!!"
Drakula Amatir : "?#!" (sambil usap usap pipi yang kena gampar...)
Repost dari sini
Selasa, 30 November 2010
Followers
Pada suatu kesempatan ada seseorang yang berkata pada temannya,“lihat tuh negeri ini semakin kacau, gak ada yang bener. Gimana masyarakatnya mau bener? Orang pemerintahannya aja amburadul!”
Pernahkah Anda mendengar keluhan yang mungkin hampir serupa dengan itu? Atau mungkin Anda pernah mengeluhkannya?
“untuk apa jadi orang jujur? Yang lain juga korupsi, kalo jujur nanti malah ga dapet apa-apa!”
Ada sebagian orang yang masih setia untuk mengikuti aliran tersebut, aliran “ikut-ikutan”. Memang untuk menjadi berbeda, banyak risiko yang harus diterima. Mungkin salah satunya akan dikucilkan. Tetapi apapun yang terjadi cobalah untuk tetap setia pada yang benar. Saya teringat akan perkataan seorang master coach, intinya beliau mengatakan:
“Jika kita harus berbeda, berbedalah dari mereka yang melemahkan kehidupan. Dan jika kita harus sama, samalah dengan mereka yang membaikan kehidupan.” (Mario Teguh)
Kecenderungan kita ketika kita menemukan orang memiliki pemikiran yang berbeda dari kita adalah kita memaksa mereka untuk berubah. Masalahnya, kita tidak bisa mengubah orang lain. Perubahan hanya bisa dilakukan oleh orang itu sendiri dan jika orang itu sendiri mau berubah. Disiplin dan peraturan mungkin bisa merubah seseorang dalam waktu singkat, tetapi itu hanya berlaku selama sanksi masih ada. Untuk jangka panjang, kita membutuhkan lebih dari disiplin dan peraturan.
Ada sebuah prinsip yang mungkin dapat kita pegang agar kita tidak terjebak dalam masalah di atas.
“Kita tidak dapat mengubah dunia, tetapi kita selalu dapat merubah diri kita.” (anonim)
Ada sebuah cerita yang sesuai dengan kutipan tersebut. Cerita tersebut mengenai seseorang yang menemukan anak gelandangan yang terlantar di jalanan. Dengan marah dan sedih ia berteriak pada Tuhan, “kenapa Kau biarkan hal ini terjadi? Kenapa tidak ada yang peduli? Kenapa Kau tidak berbuat sesuatu?” Tuhan menjawab, “Aku tidak berbuat apa-apa? Aku kan sudah menciptakanmu!”.
Ketika kita berusaha untuk mengubah diri kita menjadi lebih baik, kita melakukannya bukan hanya supaya orang di sekeliling kita melihat dan tergerak untuk menjadi lebih baik, tetapi juga agar kita tidak terseret oleh orang-orang di sekitar kita menjadi lebih buruk.
Ada sebuah latihan sederhana yang mungkin dapat kita lakukan bersama. Taat pada lampu merah. Hampir di setiap kota, menerobos lampu merah bukanlah perkara aneh, bahkan terkadang ada yang menerobos secara beramai-ramai. Yuk kita latihan bersama-sama untuk taat pada lampu merah, meskipun yang lain menerobos, kita coba untuk tetap berhenti bahkan ketika jalanan kosong dan tengah malam pun, kita harus tetap berhenti dan berusaha tidak terpengaruh orang lain untuk menerobos. Mungkin pada awalnya akan seperti orang aneh dan tolol ketika kita berhenti, ada pengendara di sebelah yang menerobos, atau kendaraan lain yang di belakang kita yang ingin menerobos sibuk menekan klakson. Tetapi cobalah berusaha untuk tetap berhenti dan tidak menerobos.
Dengan melakukannya, secara tidak langsung kita telah mempengaruhi orang lain untuk taat berhenti saat lampu merah. Dan yang terpenting hal tersebut melatih integritas kita agar kita berani untuk memiliki prinsip sendiri, agar kita berani melihat ke kiri saat beribu-ribu orang lainnya melihat ke arah kanan, dan agar kita tidak hanya menjadi followers. Jika dalam hal kecil seperti lampu merah saja kita tidak dapat mempertahankan integritas, bagaimana dengan hal lain? Jika orang lain selingkuh, apa kita harus selingkuh? Jika orang lain korupsi, apa kita juga harus korupsi? Jika dalam hal kecil saja kita tidak setia, bagaimana kita bisa dipercaya untuk hal besar?
Bukanlah masalah jika orang lain bersikap tidak baik, itu urusan dan tanggung jawab mereka sendiri. Yang terpenting adalah tanggung jawab kita sendiri dengan Tuhan, jangan kecewa, dan berpaling. Tetap pegang standar yang kita miliki, bukan hanya demi supaya orang lain melihat dan tergerak tetapi pertama-tama lakukanlah agar kita tidak terbawa dengan pengaruh yang tidak baik tersebut. Seperti seseorang yang berusaha berenang melawan arus, kita berenang bukan hanya untuk menaklukkan sungai itu tapi pertama-tama agar kita sendiri tidak terbawa arus.
Begitu dulu ya sahabat inspirasi? Semoga catatan ini dapat membawa berkat bagi kita semua, agar kita selalu berani untuk setia pada yang benar, seperti yang telah Tuhan ajarkan pada kita. Teruslah setia pada yang benar, jangan terbawa oleh arus dunia yang semakin lama terasa semakin membenarkan yang salah. Satu-satunya yang benar adalah Tuhan kita, berpegang teguhlah padaNya.
Terimakasih dan Tuhan memberkati.
Salam Inspirasi,
D. Hendriyanto
Senin, 29 November 2010
Cinta atau Kegilaan Sesaat?
Apakah kamu sedang merasakan cinta atau kegilaan sesaat? Berikut ini 11 cara untuk menguji perbedaan antara keduanya:
- Ujian WaktuCinta berkembang dan bertumbuh seiring waktu; sementara kegilaan sesaat makin lama makin memudar. Kegilaan sesaat sering datang tiba-tiba, kita bisa dengan cepat berpikir bahwa kita sedang jatuh cinta. Cinta berkembang dari satu hubungan pertemanan atau persahabatan dan lebih cenderung berfokus ke arah sifat atau karakter pribadi seseorang, bukan kesan atau persepsi sekilas kita akan seseorang. Kegilaan sesaat dapat terjadi kapan saja, sedang cinta yang sesungguhnya membutuhkan waktu.
- Ujian PengetahuanCinta bertumbuh dari penilaian akan karakter-karakter seseorang, kegilaan sesaat dapat bertumbuh hanya karena mengenal salah satu saja dari karakter-karakter seseorang. Bisa jadi sesuatu tentang penampilan atau sikap seseorang dalam satu peran atau kesempatan tertentu memberikan bayangan acak pada kita tentang keseluruhan karakter mereka. Ini dapat menjadi pemicu dari kegilaan sesaat, karena kekgilaan sesaat hidup dalam dunia buatan dimana obyek kasih sayang kita itu sempurna dan hanya mencurahkan perhatiannya untuk kita. Kegilaan sesaat cukup senang mengetahui hanya sedikit, tapi cinta berharap untuk mengenal lebih dalam lagi, mengetahui kebutuhan, impian dan harapan seseorang untuk mewujudkannya menjadi nyata. Cinta tertarik bukan pada apa yang bisa ia dapatkan tapi apa yang bisa dia berikan.
- Ujian FokusCinta sejati berfokus pada orang lain, kegilaan sesaat berfokus pada diri sendiri. Perasaan tenggelam dalam reaksi kimia “cinta”, mengkhawatirkan bagaimana penampilannnya atau kesan apa yang dia tunjukan, dan sebagainya. Apa fokus dari semua itu? Diri sendiri. Itu bukan cinta, itu hanya reaksi kimiawi yang terjadi di otak, kegilaan sesaat. Dalam hubungan-hubungan anda yang paling penting, lihatlah apakah perhatian Anda lebih terfokus pada apa yang anda terima dari mereka atau apa yang dapat anda berikan untuk memenuhi kebutuhan mereka? Apakah Anda berpikir tentang bagaimana penampilan dan perasaan Anda dalam suatu hubungan atau tentang apa yang dapat Anda lakukan agar seseorang itu dapat tampil dan mempunyai perasaan yang lebih baik?
- Ujian SingularitasCinta sejati berfokus pada hanya satu orang. Seseorang yang berada dalam kegilaan sesaat mungkin “jatuh cinta” dengan 2 orang atau lebih secara bersamaan. Secara mayoritas perselingkuhan terjadi hanya berdasar pada ketertarikan fisik. Biasanya hal itu dimulai pada saat hubungan resmi mereka sedang dalam masa yang rapuh. Namun banyak keluarga hancur karena mereka belum belajar atau bersikap atau menentukan tindakan dalam situasi tertentu dimana terasa lebih nyaman jika membiarkan semuanya tetap berjalan dengan eros. Mereka tidak dapat membedakan antara kegilaan sesaat dan cinta hingga mereka membuat keputusan yang bodoh. Kegilaan sesaat hanya bertahan selama 9 sampai 18 bulan, lalu semua perasaan indah itu pergi, dan anda terjebak bersama orang lain dengan kebutuhan yang sama seperti yang anda miliki. Dan akhirnya yang tertinggal hanyalah 2 orang tidak bahagia yang berjuang dengan kecacatan karakter. Jika Anda tidak dapat membedakan cinta dan kegilaan sesaat, Anda akan menghancurkan cinta orang lain dan cinta Anda sendiri.
- Ujian Rasa AmanCinta sejati membutuhkan dan memelihara rasa aman dan rasa percaya. Individu yang mengalami kegilaan sesaat sepertinya buta terhadap rasa aman, mereka lebih mendasarkan pemikirannya terhadap harapan dan mimpi dibanding pertimbangan yang hati-hati, kegilaan sesaat buta terhadap masalah. Mereka mungkin mengalami rasa tidak aman yang kadang tampil sebagai kecemburuan. Rasa aman bertumbuh dan mengalir dari pengenalan dan kesadaran akan karakter, nilai, dan sejarah seseorang. Anda benar-benar mengenal siapa dia sebenarnya, dan karena itulah Anda mempercayai mereka. Anda tidak merasa cemburu karena Anda tahu hatinya milik Anda. Kecemburuan sering merupakan tanda kurangnya rasa percaya, dan kurangnya rasa percaya adalah tanda dari kegilaan sesaat.
- Ujian UsahaSeseorang yang mengalami cinta melakukan usaha untuk keuntungan atau kebahagiaan orang yang dicintainya. Sebaliknya, orang yang mengalami kegilaan sesaat tenggelam dalam ambisi, selera dan keinginan sendiri. Seseorang yang mengalami cinta mungkin berambisi dalam merencanakan masa depan bersama dan memimpikan potensi serta bentuk hubungan mereka yang lebih baik, namun impian mereka beralasan dan dapat dicapai. Orang yang mengalami kegilaan sesaat hanya berpikir tentang kesengsaraan mereka sendiri dan mereka sering memimpikan sesuatu yang tidak realistis yang sebenarnya tidak dapat dicapai oleh mereka maupun pasangan mereka.
- Ujian Penyelesaian MasalahPasangan yang mengalami cinta menghadapi masalah dengan terbuka dan berusaha menyelesaikan bersama-sama. Orang-orang yang mengalami kegilaan sesaat cenderung mengabaikan masalah. Jika ada penghalang untuk menikah bagi pasangan yang saling mencintai, maka penghalang-penghalang tersebut akan didekati dan dipindahkan. Penghalang yang tak bisa dipindahkan mungkin berhubungan dengan pengetahuan. Mereka tidak menikah dengan buta, menangani masalah dengan jelas dan membuat keputusan bersama. Sebaliknya, teman-teman dan keluarga mungkin dibuat bingung dan heran karena kebodohan dan kebutaan pasangan yang mengalami kegilaan sesaat. Cinta sejati, berlawanan dengan kepercayaan umum, tidaklah buta, dia dapat melihat dengan sangat jelas. Kegilaan sesaat, hadir hampir seluruhnya dalam gelap.
- Ujian JarakCinta mengetahui pentingnya jarak. Kegilaan sesaat membayangkan “cinta” harus berupa kedekatan yang intens, setiap hari, sepanjang waktu. Jika situasi menuntut anda untuk terpisah beberapa waktu lamanya dari orang yang anda cintai, hal itu akan mengajar anda banyak hal tentang kualitas hubungan anda. Jika nyaris tidak ada perpisahan sementara (yang sehat tentunya), kehidupan lain, hubungan dengan orang-orang lain, dan keseimbangan yang sehat, maka hubungan tersebut mungkin lebih merupakan kegilaan sesaat daripada cinta.
- Ujian Ketertarikan FisikKetertarikan fisik merupakan bagian yang relatif kecil dalam cinta sejati, namun merupakan fokus utama dalam kegilaan sesaat. Namun jangan menyamakan “bagian yang relatif kecil” dengan “tidak ada sama sekali”. Jika Anda sama sekali tidak tertarik secara fisik dengan pasangan yang akan Anda nikahi, maka itu baru bisa disebut masalah. Jangan membuat cinta sejati terasa sangat spiritual sehingga kita mengingkar kenyataan dan kebenaran firmanNya. Ketertarikan seksual jelas merupakan bagian dari cinta. Sebaliknya, ada karakteristik penting tentang pasangan yang saling mencintai dalam pernikahan. Bagi mereka, kontak fisik yang terjadi cenderung memiliki arti khusus yang bersamaan dengan menikmati kesenangan bersama. Pasangan sering berkomunikasi melalui pandangan mata, karena ini mengekspresikan perasaan mereka kepada satu sama lain. Dalam kegilaan sesaat, kontak fisik secara langsung dan berkelanjutan cenderung berfokus pada kontak fisik itu sendiri. Waktu untuk bersama hanya dituntut untuk merasakan pengalaman yang menyenangkan semata.
- Ujian StabilitasKegilaan sesaat dapat datang dengan tiba-tiba, berubah dalam sekejap dan tidak dapat diprediksi. Cinta sejati cenderung stabil, ada komitmen didalamnya. Ujian stabilitas ini agak sulit dilakukan dalam waktu harian atau mingguan. Lalubagaimana menguji stabilitas? Masyarakat menyarankan pengujiannya dengan tinggal bersama dan melihat bagaimana nantinya. Untuk berbagai alasan, tinggal bersama tanpa komitmen sebenarnya lebih mempromosikan ketidakstabilan daripada kestabilan.
- Ujian PenundaanPasangan yang mengalami cinta sejati memang merasa agak keberatan apabila ada penundaan pernikahan, namun mereka dapat menerimanya, mereka tidak merasakan tuntutan untuk cepat-cepat menikah. Pasangan yang mengalami kegilaan sesaat cenderung buru-buru untuk menikah, secepat mungkin. Penundaan bagi kegilaan sesaat tidak dapat ditoleransi. Mengapa? Mengapa pasangan tidak dapat menunggu dan melakukannya pada saat yang tepat dengan cara yang tepat? Mengapa pasangan tidak menghadapi dan menyelesaikan terlebih dahulu isu-isu yang ada sehingga mereka dapat memiliki pernikahan yang kokoh? Pertanyaan-pertanyaan itu menyatakan perbedaan antara cinta dan kegilaan sesaat.
Saat Anda memasuki hubungan serius yang potensial, tanyakanlah pada diri Anda apakah langkah Anda dimotivasi oleh kegelisahan dan ketertarikan fisik berlebihan atau langkah Anda sebagai hasil dari persiapan yang hati-hati dan cermat untuk menikah?
Jadi, apakah Anda masih berpendapat bahwa cinta itu buta? Mungkin selama ini kita hanya salah membedakan makna cinta itu sendiri.
I Have a Dream
DREAM atau MIMPI. Semua orang pasti tahu apa itu mimpi. Bahkan dapat dipastikan sejak kita kecil orang tua kita mengajarkan kita untuk bermimpi, mimpi yang sangat tinggi. Tetapi semakin bertambahnya usia banyak orang semakin takut untuk bermimpi, kesibukan akan rutinitas, stres, dll membuat mereka “kehilangan” kesempatan untuk memikirkan sebuah impian. Padahal mimpi adalah awal dari sebuah perubahan. Ingat, MIMPI adalah AWAL dari PERUBAHAN, tetapi bukan sebuah PERUBAHAN.Berikut adalah sedikit catatan mengenai mimpi, semoga dapat menjadi inspirasi bagi sahabat-sahabat inspirasi. Please kindly enjoy, absorb, and apply . . .
D.R.E.A.M
D = Desire
R = Research
E = Enterprise
A = Association
M = Mastery
Desire, keinginan yang kuat, kerinduan dalam hati. Apa yang menjadi kerinduan kita? Apa yang telah kita lakukan untuk itu? Salah satu ciri dari seorang yang memiliki strong desire (keinginan yang kuat) adalah dia yang mempunyai semangat yang luar biasa, dan pastinya dia adalah seorang yang rajin berdoa, karena dia sadar tanpa doa dia akan menjadi manusia yang biasa-biasa saja, tapi melalui doa dan bersandar pada kekuatan Tuhan, dia akan menyerap suatu gairah hidup yang luar biasa. Sudahkah kita memiliki ciri-ciri tersebut dalam diri kita?
Research, penelitian. Sebelum kita melakukan sesuatu untuk mimpi tersebut, lakukanlah penelitian sederhana, lihatlah apakah yang kita impikan itu layak untuk diperjuangkan. Setiap mimpi besar pasti ada pengorbanan. Apakah pengorbanan itu setimpal dengan mimpi yang ingin kita capai? Jangan sampai keluarga, persahabatan hancur karena mengejar impian.
Enterprise,Keberanian berusaha. Suatu impian besar pasti akan menghadapi tantangan dan kesulitan. Tapi jangan takut, jangan buat ketakutanmu menjadi besar hingga menghentikan langkahmu. Percayalah Tuhan selalu menyertai dan sanggup melakukan mukjizat. Impian yang disertai iman adalah modal keberhasilan.
Association,perkumpulan atau pergaulan. Ini adalah hal penting yang harus kita perhatikan, pergaulan dan lingkungan kita akan sangat besar pengaruhnya pada kita. Kita akan bergaul dengan orang-orang yang penuh dengan iman, semangat, dan punya impian-impian besar atau dengan seorang yang pesimis, pengkritik? Mereka semua akan menjadi inspirasi bagi kehidupan kita.
Mastery, Penguasaan. Kita bisa saja berdoa, berpuasa, dsb supaya Tuhan membantu kita, tetapi jika kita bermalas-malasan, tidak mau berjuang, tidak menambah kapasitas dan mengembangkan talenta kita, itu tidak akan terjadi. Orang yang berhenti belajar akan berhenti berkembang. Tuhan ingin kita semua menjadi yang terbaik dari diri kita, dan keberhasilan selalu dibayar dengan kerja keras. Jawaban doa itu selalu ada bagi mereka yang mau berusaha.
Semua orang yang sukses adalah manusia biasa tapi mereka mempunyai DREAM, punya visi dalam hidup ini, dan visi itulah yang mengarahkan hidupnya. Dunia ini bertumbuh dengan peradaban dan teknologi yang lebih hebat berkat impian orang-orang besar. Mereka semua adalah pemimpi.
Coba bayangkan bagaimana jika seseorang tidak mempunyai impian? Dia akan membuang-buang waktu, dan kesempatan-kesempatan penting yang ditawarkan dalam kehidupan. Hasrat dan kegigihannya mudah sekali pudar, sehingga dia dengan mudahnya mengubah impian mereka menjadi sangat sederhana, dan standar kehidupannya menjadi rendah.
Tuhan selalu ingin kita menjadi yang terbaik dari diri kita. Tuhan ingin kita memiliki standar dan kualitas hidup yang tinggi. Tidak ada kata terlambat ataupun terlalu cepat dalam memikirkan sebuah impian, selama kita melibatkan Tuhan dan kita bersedia membayar harganya, kita pasti bisa. Sudah saatnya kita sekarang kembali mengoreksi mimpi-mimpi kita, kita perjuangkan kembali mimpi kita. Ayo kita bersama-sama ucapkan dan tanamkan dalam hati kita, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan padaku.” (Flp 4:13)
Begitu dulu ya sahabat inspirasi? Semoga catatan ini dapat kembali menyemangati dan menjadi sinar harapan bagi kita semua. Tuhan memberkati.
Salam inspirasi,
D. Hendriyanto
Sumber dari Gfresh! #92
Mandikan Aku Mama
Dari: Lilis Glamarel Tan
12 November jam 21:37
Aku punya sahabat, sebut saja namanya Pita. Ketika masih kuliah, aku mengenalnya sebagai seorang yang berotak cemerlang. Universitas mengirimnya ke negeri bunga Tulip untuk mempelajari hukum internasional di Universitas Utrecht, sedangkan aku memilih menyelesaikan pendidikanku di bidang kedokteran. Pita terus mengejar impiannya hingga suatu saat ia mendapatkan seorang suami yang sama-sama berprestasi. Bertepatan dengan diangkatnya Pita menjadi staf diplomat dan selesainya suaminya meraih gelar doktor, lahirlah seorang anak laki-laki buah cinta mereka, Eka namanya. Pita semakin sibuk dengan pekerjaannya sedangkan Eka baru berumur 6 bulan. Pita sangat sering meninggalkan Eka pergi dari satu kota ke kota lain, bahkan dari satu negara ke negara lain.
Aku pernah bertanya kepadanya, "Bukankah Eka masih terlalu kecil untuk ditinggalkan ?" "Tidak, aku sudah mempersiapkan segalanya dan semua pasti berjalan baik", jawab Pita.
Di bawah perawatan baby-sitter dan pengawasan kakek-neneknya, Eka tumbuh menjadi anak yang cerdas dan lincah. Kakek neneknya tidak pernah lupa menceritakan kepada Eka akan kehebatan kedua orang tuanya yang telah menjadi kebanggaan mereka semua. Meskipun kedua orang tuanya begitu sibuk, namun Eka bisa memahami kesibukan mereka.
Suatu hari, Eka pernah meminta seorang adik kepada kedua orang tuanya. Kedua orang tuanya menjelaskan tentang kesibukan mereka yang belum memungkinkan untuk memberikan Eka seorang adik. Kali ini, Eka lagi-lagi mengerti kondisi orang tuanya. Karena sikap Eka yang begitu pengertian dan dewasa, Pita menyebutnya "malaikat kecil". Meskipun kedua orang tuanya sering pulang larut malam, namun Eka tetap bersikap manis dan tidak ngambek. Karena kemanisan sikap Eka, aku pernah mengimpikan seorang anak sepertinya.
Pagi yang cerah di hari itu, entah kenapa Eka tidak mau dimandikan oleh baby sitternya. "Eka ingin mama yang memandikan", katanya.
Pita yang setiap hari berpacu dengan waktu tentu saja menjadi gusar. Eka mengajukan permohonan yang sama selama kurang lebih seminggu, tetapi Pita dan suaminya tidak begitu peduli. "Mungkin ia sedang dalam masa peralihan sehingga ia minta perhatian yang lebih", pikir mereka.
Sampai suatu sore, aku dikejutkan oleh telepon Ida, sang baby sitter. Ada kepanikan di dalam suaranya, "Bu dokter, Eka sakit demam dan kejang-kejang. Sekarang ia di UGD".
Tanpa pikir panjang aku langsung menuju UGD, tetapi semua sudah terlambat. Tuhan telah memanggil Eka, malaikat kecil yang lincah, pintar dan pengertian. Saat kejadian, mamanya sedang meresmikan kantor barunya.
Dalam keadaan terpukul, Pita pulang ke rumah dan satu-satunya yang ingin ia lakukan adalah memandikan malaikat kecilnya Eka. Keinginan untuk memandikan Eka memang tercapai, walau dalam keadaan tubuh yang terbujur kaku. Ia memandikan Eka diiringi deraian air mata dan rintihan pedih, "Ini mama sayang ... mama yang memandikan Eka".
Tubuh kecil Eka telah tertimbun tanah, tetapi kami masih berdiri membisu disana. Aku membiarkan Pita mengucapkan kata-kata yang bisa menghibur dirinya sendiri atas kepergian Eka-nya. Hening sejenak, sebelum Pita akhirnya tertunduk, "Bangun Eka, mama mau mandikan Eka, berikan mama kesempatan sekali lagi, Ka ..."
Rintihan itu begitu menyayat kalbu, tapi semua sudah terlanjur. Penyesalan selalu datang terlambat dan kesempatan yang sama tidak akan pernah terulang.
Nyatakanlah perhatian dan kasih kepada orang-orang yang kita kasihi, selama masih ada kesempatan. Kita bisa mencari waktu lain untuk berkarier dan berusaha, tetapi orang-orang yang kita kasihi tidak selamanya bisa bersama kita. Siapa yang tahu berapa lama seseorang hidup di dunia ini ? Itu adalah misteri ilahi. Berbuat baik dan nyatakanlah kasih selama masih ada kesempatan, itulah perintah Tuhan.
Sumber Dari:
http://zonachinese.blogspot.com/
12 November jam 21:37
Aku punya sahabat, sebut saja namanya Pita. Ketika masih kuliah, aku mengenalnya sebagai seorang yang berotak cemerlang. Universitas mengirimnya ke negeri bunga Tulip untuk mempelajari hukum internasional di Universitas Utrecht, sedangkan aku memilih menyelesaikan pendidikanku di bidang kedokteran. Pita terus mengejar impiannya hingga suatu saat ia mendapatkan seorang suami yang sama-sama berprestasi. Bertepatan dengan diangkatnya Pita menjadi staf diplomat dan selesainya suaminya meraih gelar doktor, lahirlah seorang anak laki-laki buah cinta mereka, Eka namanya. Pita semakin sibuk dengan pekerjaannya sedangkan Eka baru berumur 6 bulan. Pita sangat sering meninggalkan Eka pergi dari satu kota ke kota lain, bahkan dari satu negara ke negara lain.
Aku pernah bertanya kepadanya, "Bukankah Eka masih terlalu kecil untuk ditinggalkan ?" "Tidak, aku sudah mempersiapkan segalanya dan semua pasti berjalan baik", jawab Pita.
Di bawah perawatan baby-sitter dan pengawasan kakek-neneknya, Eka tumbuh menjadi anak yang cerdas dan lincah. Kakek neneknya tidak pernah lupa menceritakan kepada Eka akan kehebatan kedua orang tuanya yang telah menjadi kebanggaan mereka semua. Meskipun kedua orang tuanya begitu sibuk, namun Eka bisa memahami kesibukan mereka.
Suatu hari, Eka pernah meminta seorang adik kepada kedua orang tuanya. Kedua orang tuanya menjelaskan tentang kesibukan mereka yang belum memungkinkan untuk memberikan Eka seorang adik. Kali ini, Eka lagi-lagi mengerti kondisi orang tuanya. Karena sikap Eka yang begitu pengertian dan dewasa, Pita menyebutnya "malaikat kecil". Meskipun kedua orang tuanya sering pulang larut malam, namun Eka tetap bersikap manis dan tidak ngambek. Karena kemanisan sikap Eka, aku pernah mengimpikan seorang anak sepertinya.
Pagi yang cerah di hari itu, entah kenapa Eka tidak mau dimandikan oleh baby sitternya. "Eka ingin mama yang memandikan", katanya.
Pita yang setiap hari berpacu dengan waktu tentu saja menjadi gusar. Eka mengajukan permohonan yang sama selama kurang lebih seminggu, tetapi Pita dan suaminya tidak begitu peduli. "Mungkin ia sedang dalam masa peralihan sehingga ia minta perhatian yang lebih", pikir mereka.
Sampai suatu sore, aku dikejutkan oleh telepon Ida, sang baby sitter. Ada kepanikan di dalam suaranya, "Bu dokter, Eka sakit demam dan kejang-kejang. Sekarang ia di UGD".
Tanpa pikir panjang aku langsung menuju UGD, tetapi semua sudah terlambat. Tuhan telah memanggil Eka, malaikat kecil yang lincah, pintar dan pengertian. Saat kejadian, mamanya sedang meresmikan kantor barunya.
Dalam keadaan terpukul, Pita pulang ke rumah dan satu-satunya yang ingin ia lakukan adalah memandikan malaikat kecilnya Eka. Keinginan untuk memandikan Eka memang tercapai, walau dalam keadaan tubuh yang terbujur kaku. Ia memandikan Eka diiringi deraian air mata dan rintihan pedih, "Ini mama sayang ... mama yang memandikan Eka".
Tubuh kecil Eka telah tertimbun tanah, tetapi kami masih berdiri membisu disana. Aku membiarkan Pita mengucapkan kata-kata yang bisa menghibur dirinya sendiri atas kepergian Eka-nya. Hening sejenak, sebelum Pita akhirnya tertunduk, "Bangun Eka, mama mau mandikan Eka, berikan mama kesempatan sekali lagi, Ka ..."
Rintihan itu begitu menyayat kalbu, tapi semua sudah terlanjur. Penyesalan selalu datang terlambat dan kesempatan yang sama tidak akan pernah terulang.
Nyatakanlah perhatian dan kasih kepada orang-orang yang kita kasihi, selama masih ada kesempatan. Kita bisa mencari waktu lain untuk berkarier dan berusaha, tetapi orang-orang yang kita kasihi tidak selamanya bisa bersama kita. Siapa yang tahu berapa lama seseorang hidup di dunia ini ? Itu adalah misteri ilahi. Berbuat baik dan nyatakanlah kasih selama masih ada kesempatan, itulah perintah Tuhan.
Sumber Dari:
http://zonachinese.blogspot.com/
Sabtu, 06 November 2010
Penghargaan untuk Seorang Prajurit
Pada suatu hari, sersan pelatih muncul di antara sekelompok prajurit muda yang sedang mengadakan latihan militer. Tiba-tiba ia mencampakkan sebuah granat tangan ke tengah-tengah mereka. Mereka lari berpencar, cepat-cepat mencari perlindungan. Sersan itu kemudian mengatakan bahwa granat itu tidak "hidup" dan ia cuma ingin melihat reaksi mereka.
Keesokan harinya, seorang prajurit yang baru masuk, menggabungkan diri ke kelompok itu. Sersan pelatih mengatakan kepada mereka agar jangan memberitahu prajurit baru itu tentang apa yang akan terjadi.
Sewaktu sersan itu kemudian muncul dan melemparkan granat ke tengah-tengah mereka, prajurit baru itu, yang tidak tahu bahwa granat itu takkan meledak, buru-buru menjatuhkan diri di atas granat agar ledakannya tidak mencederai rekan-rekannya. Ia mau berkorban demi keselamatan sahabat-sahabatnya.
Tahun itu ia dianugerahi medali satu-satunya untuk keberanian dan ketabahan yang diberikan bukan pada waktu perang. (Kim Noone).
---
Tak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain. (Yoh 15:13.17)
Keesokan harinya, seorang prajurit yang baru masuk, menggabungkan diri ke kelompok itu. Sersan pelatih mengatakan kepada mereka agar jangan memberitahu prajurit baru itu tentang apa yang akan terjadi.
Sewaktu sersan itu kemudian muncul dan melemparkan granat ke tengah-tengah mereka, prajurit baru itu, yang tidak tahu bahwa granat itu takkan meledak, buru-buru menjatuhkan diri di atas granat agar ledakannya tidak mencederai rekan-rekannya. Ia mau berkorban demi keselamatan sahabat-sahabatnya.
Tahun itu ia dianugerahi medali satu-satunya untuk keberanian dan ketabahan yang diberikan bukan pada waktu perang. (Kim Noone).
---
Tak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain. (Yoh 15:13.17)
Langganan:
Komentar (Atom)